Ratusan Kios di Pasar Gombong Kebumen Ludes Terbakar


KEBUMEN – Pasar Gombong di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.15 WIB terbakar dan sekitar pukul 11.00 WIB berhasil dipadamkan setelah diturunkan sejumlah mobil pemadam kebakaran.

Kasi Penanggulangan Kebakaran Dinas Satpol PP Kabupaten Kebumen, Aris Rahmadi di Kebumen, Kamis mengatakan, sekitar pukul 03.15 WIB ada warga datang ke Pos Pemadam Kebakaran Gombong melaporkan bahwa Pasar Gombong terbakar.

Kemudian petugas piket Pos Pemadam Kebakaran Gombong meluncur ke lokasi kejadian yang tidak jauh dari pos pemadam. Karena pintu pasar masih terkunci rapat, petugas terpaksa mendobraknya agar bisa masuk melakukan pemadaman.

Saat petugas masuk, kobaran api sudah membesar di lantai satu pasar tersebut.

Ia mengatakan untuk melakukaan pemadaman tersebut melibatkan 10 unit mobil pemadam kebakaran dan 5 mobil tangki air, yakni lima mobil pemadam dan lima mobil tangki dari Pemkab Kebumen, dua mobil pemadam dari Purworejo, dua mobil pemadam dari Banyumas, dan satu mobil pemadam dari Cilacap.

“Kobaran api sudah bisa dikuasai sekitar pukul 07.00 WIB dan selebihnya pendinginan bara api di reruntuhan,” katanya.

Ia mengatakan pukul 11.00 WIB kebakaran sudah benar-benar padam, namun beberapa mobil pemadam masih disiagakan di lokasi tersebut untuk mengantisipasi kebakaran susulan.

Aris Rahmadi menuturkan ratusan kios dan los di dalam pasar terbakar, sedangkan kios yang menghadap keluar masih utuh.

“Sekitar 50 persen kios di sisi dalam hangus, sedangkan kios yang menghadap ke luar aman,” katanya.

Dikatakan, hingga saat ini belum diketahui penyebab kebakaran tersebut dan pihak kepolisian masih menyelidikinya.

Ia menuturkan dalam musibah tersebut dua petugas pemadam kebakaran mengalami luka bakar saat bertugas, yakni Suyahno dari Pos Pemadam kebakaran Gombong dan Heri Widodo dari Pos Pemadam Kebakaran Petanahan.

“Kedua korban kini dirawat di PKU Muhammadiyah Gombong,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

close