LIMAPULUH KOTA, SERUJI.CO.ID – Fenomena alam menghebohkan warga Sumatera Barat. Sebuah lubang raksasa tiba-tiba muncul di tengah persawahan Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota pada Minggu, 4 Januari 2026 sekitar pukul 11.00 WIB.
Kejadian bermula saat seorang petani bernama Adrolmios alias Si Ad (61) sedang menggarap sawahnya. Tiba-tiba terdengar suara dentuman keras, disusul tanah yang amblas membentuk lubang menganga dengan diameter sekitar 20 meter dan kedalaman mencapai 15-20 meter.
Yang membuat fenomena ini semakin menarik perhatian, lubang tersebut dipenuhi air jernih berwarna kebiruan yang indah. Warna biru tersebut konon muncul akibat pantulan cahaya matahari dari permukaan air yang sangat jernih. Ratusan warga berbondong-bondong datang ke lokasi, bahkan sebagian mengambil air tersebut karena dipercaya memiliki khasiat penyembuhan.
“Situasi lubang masih stabil, meski menambah runtuhan sekitar 1 meter. Pengunjung semakin banyak, namun bagi petani tentu berdampak tidak bisa panen ataupun bercocok tanam,” ujar Wali Jorong Tepi, Salmi.
Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumatera Barat, Ade Edward, menjelaskan fenomena ini disebut sinkhole yang terjadi akibat runtuhnya rongga di bawah tanah. “Kondisi ini dipicu oleh tingginya curah hujan, sehingga memicu terjadinya pelarutan batuan kapur di bawah tanah dan menyebabkan keruntuhan tanah atau sinkhole,” jelasnya.
Dosen Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM, Wahyu Wilopo, menambahkan bahwa tingginya curah hujan di wilayah Indonesia barat juga dipengaruhi oleh keberadaan siklon Senyar pada akhir November 2025.
Pihak berwenang memperingatkan warga untuk tidak menjadikan lokasi sebagai tempat wisata dadakan karena tanah di sekitar lubang dikhawatirkan masih labil dan berpotensi mengalami amblesan susulan. Dinas ESDM Sumbar dan Badan Geologi saat ini masih melakukan kajian mendalam untuk memastikan penyebab dan potensi bahaya lanjutan.
