OBOR Salurkan Bantuan Korban Gempa Lombok Lewat PKPU HI Yogyakarta

MAGELANG, SERUJI.CO.ID – Mendengar nama Borobudur, tidak hanya di Indonesia, namun masyarakat dunia pasti mengetahuinya. Borobudur, satu dari sekian keajaiban dunia yang berbentuk candi, yang terletak di Magelang, Jawa Tengah.

Di balik nama besar Borobudur, ada sekelompok orang tergabung dalam organisasi kemasyarakatan OBOR (Orang Borobudur Bersatu). Kelompok ini memiliki jiwa dan kepedulian yang besar terhadap sesama.

Komunitas yang berada di wilayah desa Borobudur kecamatan Borobudur, Magelang ini sudah bebarapa tahun terbentuk. Tiap ada musibah yang menimpa saudara-saudara kita di seluruh Indonesia, mereka bergerak menggalang kepedulian dengan mengumpulkan donasi dari para pengunjung candi Borobudur, para pedagang, serta warga sekitar candi Borobudur.

Waktu gempa melanda Pidie Jaya, Aceh mereka menggalang dan menyalurkan dana kepada warga terdampak di Aceh. Juga untuk beberapa lokasi bencana lain di negara kita.

Gempa bumi yang melanda wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang terjadi sejak 29 Juli 2018 lalu, mengakibatkan sedikinya 468 orang meninggal, 1.054 warga luka-luka, 431.426 penduduk harus mengungsi, serta ratusan infrastruktur hancur (sumber: data BNPB 16 Agustus 2018). Bencana di Lombok juga tidak luput menjadi sasaran kepedulian komunitas OBOR.

Kali ini, mereka menggandeng komunitas lain yang berada di seputaran candi Borobudur. Di antaranya STUPA Lovers Magelang, driver Grab Bike, serta Car Borobudur Raya dan warga masyarakat desa Borobudur lainnya.

Dari penggalangan yang dilakukan selama 9 hari, dari 25 Agustus hingga 2 September 2018, yang dikerjakan bergiliran dengan sistem piket oleh tiap anggota komunitas, terkumpul donasi sebanyak Rp90.202.000.

Hasil donasi tersebut diamanahkan pada PKPU HI Yogyakarta, untuk disalurkan melalui program-program PKPU HI di wilayah terdampak gempa Lombok NTB. Acara serah terima donasi dilaksanakan di aula balai desa Borobudur kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang.

Setelah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Kepala Desa Borobudur Suherman, SE, dalam sambutanya menyatakan keprihatinannya dan turut berduka atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Lombok NTB.

Untuk itulah, ujarnya, masyarakat di wilayahnya turut serta memberikan dukungan moril dan material, berupa penggalangan donasi untuk mereka yang sedang didera musibah. Penyerahan donasi secara simbolis dilakukan langsung Suherman SE selaku penasehat OBOR ke Muthori A Md selaku kepala cabang PKPU Human Initiative Yogyakarta.

Penyerahan disaksikan, ketua OBOR Nurwanto. Dari Muspika diwakili Babinsa dari Polsek dan Koramil Kecamatan Borobudur, serta dari perwakilan komunitas Grab Car dan Bike Borobudur Raya dan STUPA Lovers Magelang disaksikan sekitar 100 orang anggota komunitas OBOR.

Acara kemudian diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh petugas KUA kecamatan Borobudur.

“Kami atas nama PKPU Human Initiative menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada organiasi kemasyarakatan OBOR dan komunitas yang lain di desa Borobudur ini yang sudah mempercayakan PKPU Human Initiative,” tutur ketua PKPU HI Muthori A Md.

(PKPU HI/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Orang-Orang Merdeka

Sejak media menjadi industri, informasi dan berita harus tunduk pada kepentingan pemilik modal, dan erubahlan wartawan hanya sebagai alat produksi semata

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

TERPOPULER