BPBD Yogyakarta Minta Sekolah Susun Perencanaan Mitigasi Bencana

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta akan menggencarkan sosialisasi terkait Sekolah Aman Bencana pada 2019 dan meminta sekolah untuk menyusun rencana mitigasi bencana untuk meminimalisasi korban.

“Misalnya saja menentukan jalur evakuasi jika terjadi bencana termasuk titik kumpul yang dianggap aman,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta Hari Wahyudi di Yogyakarta, Ahad (21/10).

Menurutnya, belum banyak sekolah di Kota Yogyakarta khususnya SD dan SMP yang memiliki jalur evakuasi dan titik kumpul sehingga perlu terus didorong untuk bisa menyiapkannya sehingga jika terjadi bencana, maka seluruh warga di sekolah tersebut sudah mengetahui tindakan yang harus dilakukan.

Oleh karena itu, lanjut Hari, pada 2019 akan diperbanyak program sosialisasi Sekolah Aman Bencana ke SD dan SMP sehingga sekolah memiliki kesadaran terkait pentingnya mitigasi bencana termasuk rencana evakuasi jika terjadi bencana.

“Mungkin, sekolah merasa belum penting untuk menyusun jalur evakuasi dan titik kumpul yang aman sehingga tidak membuatnya. Akan sedikit kami `paksa` agar sekolah bisa menyadari pentingnya jalur evakuasi,” katanya. (Ant/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER