Berdasar Survei Internal, Ridwan Kamil Klaim Jokowi Sudah Menang 4 Persen di Jabar

BANDUNG, SERUJI.CO.ID – Dewan Pengarah Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowo-KH Ma’ruf Jawa Barat, Ridwan Kamil optimis pasangan calon Presiden-Wakil Presiden nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf Amin akan menang di Provinsi Jawa Barat.

Hal itu, kata pria yang juga Gubernur Jawa Barat ini karena berdasarkan hasil survei internal yang dilakukan pekan ini, Jokowi-KH Ma’ruf telah unggul lebih 4 persen dari rivalnya paslon nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga.

“Bapak-ibu yang saya hormati. Berita baik hari ini, survei yang saya terima di minggu ini Jawa Barat sudah menang 4 persen untuk pasangan 01,” kata Ridwan Kamil dalam orasi politiknya saat kampanye terbuka mendampingi cawapres KH Ma’ruf Amin di Lapangan PN Kertas Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Selasa (9/4).

Menurut pria yang akrab disapa Kang Emil ini, hasil tersebut tidak terlepas dari kerja keras relawan Jokowi-KH Ma’ruf di Jawa Barat. Sehingga yang dulunya pada Pilpres 2014 Jokowi kalah 20 persen dari Prabowo di Jabar, kini berbalik unggul.

“Dulu 2014 kalah 20 (persen). Kita semua sudah bekerja keras, per minggu ini sudah di atas plus 4 persen. Ini adalah kerja semua yang hadir di sinim,” ujar Emil.

Ridwan Kamil Instruksikan Relawan Door to Door Sosialisasi Program Jokowi-KH Ma’ruf

Jokowi didampingi Iriana Jokowi saat kampanye di Lapangan Taman Bukit Gelanggang, Dumai, Selasa (26/3/2019). (foto:istimewa)

Namun, ingat Emil, keunggulan tersebut jangan sampai membuat relawan menjadi terlena. Ia meminta para relawan tetap bekerja keras bahkan melakukan door to door ke rumah warga untuk sosialisasikan program Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

Pasalnya, kata Emil, swing voters di Jawa Barat masih tinggi. Karena itu kampanye di hari-hari terakhir perlu lebih diintensifkan untuk dapat mempengaruhi pilihan dari massa mengambang.

“Di Jabar ini swing voters-nya masih besar. Itu artinya peluang menaikkan perolehan suara masih ada. Itu hanya bisa diraih oleh mereka yang turun tangan, bekerja keras. Warga Jabar ini kan senangnya silaturahmi atau door to door,” jelasnya.

Kegiataan door to door tersebut, kata pria yang akrab disapa Kang Emil ini, karena pada pekan terakhir sebelum masa tenang, kampanye harus digencarkan. Hal itu berkaca dari pengalamannya pada Pilgub Jabar tahun lalu.

“Saya kira berkaca pada Pilgub bahwa justru yang paling rawan itu hari H minus satu pekan. Jangan kendur oleh survei. Kalau kurang, kita kejar, kalau baik, jangan terlena,” tukasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Buruh, Rumah dan Kejahatan Negara

Kementerian kesehatan merilis 6771 KK buang air besar sembarangan di Bekasi. Menjijikkan tentunya. Namun, disebelah kota Bekasi, Kerawang, Luhut Binsar Pandjaitan telah melakukan "topping off" perumahan dan kawasan bisnis Meikarta, dengan nilai projek 20 miliar dolar AS, atau sekitar Rp300 Triliun

Bisa Terima Capres Yang “Ikut” Perayaan Natal, Kenapa Keberatan Jika Hadiah Lomba dari Denny JA?

Karena sifat lomba ini yang sedemikian terbuka, tentu pihak-pihak yang mendukung wacana "NKRI Bersyariah" ini dapat juga menulis pemikirannya dan ikut serta dalam lomba ini. Apalagi jelas-jelas topik yang dilombakan ini adalah MENGUPAS esai yang ditulis Denny JA. Apakah mengupas dalam koteks setuju dengan tesis Denny JA, maupun tidak bersepakat dengannya.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.