Masyarakat Sultra Tagih Janji Pemerintah Bangun RS Jantung di Kendari

KENDARI, SERUJI.CO.ID – Masyarakat Sulawesi Tenggara akhirnya menagih janji Pemerintah akan membangunkan rumah sakit jantung di Kendari. Janji tersebut disampaikan Guberbur Sultra, H Ali Masi tahun lalu, namun dinilai masyarakat belum terlihat tanda tanda akan diwujudkan hingga tahun ini berakhir.

“Kami tidak mau lagi dininabobokan dengan janji janji. Makanya kami mempertanyakan keseriusan janji tersebut,” ujar Laode Mashud, salah seorang tokoh masyarakat Muna kepada SERUJI di Rumah Sakit Bahteramas, Kendari, Ahad (14/4).

Laode Mashud sedang berada di Rumah Sakit Bahteramas karena mendadak sakit jantungnya kumat, namun karena dokter ahli jantung sedang tidak bertugas, maka pemegang kartu BPJS itu hanya diberi pelayanan sementara dari dokter umum.

Pasien Jantung Terpaksa Berobat ke Jakarta Karena RS Jantung Tak Ada di Kendari

Wagub Sultra H Lukman Abunawas meninjau ruang Hemodialisis di RSU Bahteramas, Kendari, Selasa (18/12/2018). (foto:AH/SERUJI)


Sementara putra-putri Laode Mashud berencana menerbangkan ayahnya itu berobat ke Rumah Sakut Jantung Harapan Kita di Jakarta, Senin (15/4).

“Beginilah nasib pasien jantung di Sultra, harus berobat jauh di Jakarta karena disini tidak ada rumah sakit jantung. Dokternya pun cuma satu dua orang sementara pasiennya banyak,” ujar Laode.

Ia menambahkan untuk membantu mengatasi membludaknya pasien jantung di Sultra, Gubernur Sultra Ali Mazi tahun lalu menjanjikan Pemerintah akan membangunkan rumah sakit jantung di Kendari.

“Tapi, mungkin janji itu hanya ingin meninabobokan pasien saja agar jangan terlalu sering mengeluh. Buktinya, sampai sekarang janji itu belum ketahuan bagaimana perkembangannya.” jelasnya.

Akibatnya, kata beberapa pasien jantung lainnya, jika ingin berobat jantung, pasien jantung Kendari, khususnya bagi pemegang kartu BPJS harus meminta rujukan dari rumah sakit Bahteramas.

“Sering juga terjadi, belum sempat berobat ke Jakarta, pasien sudah lebih dulu meninggal dunia” sambung Husni Thamrin, pasien jantung dari Kemaraya, Kendari.

Wagub Sultra Memastikan Janji Bangun RS Jantung Akan Diwujudkan

Lukman Abunawas
Wagub Sultra, H. Lukman Abunawas. (foto:AH/SERUJI)

Menanggapi keluhan masyarakat pasien jantung itu, Wagub Sultra H Lukman Abunawas saat dihubungi pertelepon Ahad malam menegaskan janji pemerintah itu akan diwujudkan.

Dengan bekerjasama sebuah rumah sakit swasta milik investor papan atas Indonesia, Lukman Abunawas menegaskan rumah sakit jantung akan segera dibangun di kota Kendar.

Lokasinya, kata Wagub, menempati lahan strategis bekas bangunan rumah sakit umum Sultra di daerah Mandonga.

Pemerintah daerah, lanjut Lukman Abunawas, juga sudah melakukan studi banding ke Jerman berkenaan dengan rencana pembangunan rumah sakit jantung itu.

“Masyarakat harus sabar agar tahun ini sudah bisa dimulai pemancangan tiang bangunan rumah sakit itu,” tegas Wagub.

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Menurut Laode M Syarif, saat ini 68% pelaku korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi. Makanya, perguruan tinggi harus bertanggungjawab atas kejahatan korupsi yang dilakukan lulusannya.

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Kasus Korupsi Jasmas, Wakil Ketua DPRD dari Gerindra Ini Dijebloskan ke Rutan Medaeng

Wakil Ketua DPRD Surabaya dari Partai Gerindra, Darmawan (Aden) usai diperiksa sebagai saksi terkait aliran dana Jasmas senilai Rp4,9 miliar yang bermasalah tersebut, Selasa (16/7) langsung ditahan penyidik Kejari Tanjung Perak.

Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Menurut Laode M Syarif, saat ini 68% pelaku korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi. Makanya, perguruan tinggi harus bertanggungjawab atas kejahatan korupsi yang dilakukan lulusannya.

Wow, Utang Pemerintah Kembali Naik Capai Rp4.570 Triliun, Beginilah Posturnya

Jika dibandingkan dengan posisi utang pemerintah pada akhir Desember 2018 yang berjumlah Rp3.995,25 triliun, utang pemerintah pusat ini mengalami kenaikan sebesar 14,39% atau sebesar Rp574,92 triliun.

Tetap Bolehkan Berswafoto, Begini Klarifikasi Garuda Soal Edaran Larangan Berfoto di Pesawat

Dalam klarifikasi tersebut juga disampaikan bahwa penumpang tetap dapat melakukan pengambilan gambar untuk kepentingan pribadi. "Misalnya melakukan swaphoto selama tidak mengganggu kenyamanan atau merugikan penumpang lain," jelas Rosan.

Klarifikasi Larangan Berfoto Dalam Pesawat, Garuda: Itu Edaran Internal Belum Final

Perusahaan penerbangan nasional, Garuda Indonesia mengklarifikasi beredarnya surat larangan mengambil foto di dalam kabin pesawat selama penerbangan di seluruh pesawat Garuda, yang suratnya sempat viral di media sosial.

Inilah Sebab Prabowo Digugat Mulan Jameela dan Belasan Kader Gerindra

Baru saja kalah dalam gugatan sengketa hasil Pemilihan Presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), dan ditolak permohonannya dalam penetapan hasil Pilpres di Mahkamah Agung (MA), kali ini Calon Presiden yang juga Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto harus menghadapi gugatan dari belasan calon anggota legislatif (Caleg) yang juga kader Partainya sendiri.

Ucapkan Selamat Pada Jokowi, Prabowo: Kami Siap Membantu Jika Diperlukan

Prabowo juga menyatakan kesiapannya untuk membantu pemerintahan Jokowi bila diperlukan untuk kepentingan rakyat. “Menjadi Presiden itu mengabdi. Masalah yang dihapi besar, kami siap membantu kalau diperlukan untuk kepentingan rakyat,” ujar Prabowo.

Jokowi-Prabowo Bertemu, Berakhirlah Era Cebong-Kampret

Akhirnya Presiden terpilih dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Jokowi bertemu dengan calon Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan bersejarah itu terjadi di stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus Jakarta Selatan, Sabtu (13/7) pukul 10.00 WIB.

Tenggat Waktu Habis, Satgas Bentukan Kapolri Gagal Ungkap Kasus Novel Baswedan

Satuan Tugas (Satgas) untuk mengungkap dan menyelesaikan kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan yang dibentuk Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian, dinilai gagal menjalankan tugasnya hingga batas waktu yang ditentukan, yakni 6 bulan setelah dilantik.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Wow, Utang Pemerintah Kembali Naik Capai Rp4.570 Triliun, Beginilah Posturnya

Jika dibandingkan dengan posisi utang pemerintah pada akhir Desember 2018 yang berjumlah Rp3.995,25 triliun, utang pemerintah pusat ini mengalami kenaikan sebesar 14,39% atau sebesar Rp574,92 triliun.

Pendidikan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

Menurut Laode M Syarif, saat ini 68% pelaku korupsi merupakan lulusan perguruan tinggi. Makanya, perguruan tinggi harus bertanggungjawab atas kejahatan korupsi yang dilakukan lulusannya.