Massa Aksi di Pontianak Dihalau Mundur Aparat Polisi dan TNI

PONTIANAK, SERUJI.CO.ID – Massa aksi berhasil dihalau mundur oleh aparat Polda Kalbar dan TNI yang sempat melakukan pemblokiran Jamban Kapuas I Pontianak atau area perempatan Jalan Tanjungpura, Pahlawan dan Imam Bonjol.

Kapolda Kalbar, Irjen. Pol. Didi Haryono, saat berada langsung di lokasi aksi mengatakan bahwa pihaknya bersama TNI dari Kodam XII Tanjungpura melakukan negosiasi sehingga massa aksi mundur dan kembali ke rumah masing-masing.

“Penyampaian aspirasi masyarakat yang kurang elok tersebut saat ini sudah kembali ke tempat masing-masing. Kita melakukan negosiasi dan mereka menyadari penyampaian aspirasi yang kurang elok,” ujarnya di Pontianak, Rabu (22/5).

Ia mengatakan bahwa saat ini masyarakat sudah bisa melakukan aktivitas masing-masing dan kondisi sudah kondusif.


“Rasa aman adalah milik bersama. Dengan aksi penyampaian aspirasi yang tidak etis akan mengganggu. TNI dan Polri yang dibantu bantu masyarakat mampu mengendalikan kondisi ini. Aman adalah kebutuhan mari kita jaga bersama,” papar dia.

Sementara itu, Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura, Herman Asaribab, yang juga berada di lokasi mengajak masyarakat untuk bersama menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

BACA JUGA:  Rekapitulasi Suara Tingkat Provinsi di Sulbar Berjalan Dengan Aman dan Lancar

“Mari kita bersama menjaga Kamtibmas. Sehingga dalam bulan Ramadhan ini aman dan lancar,” ajak dia.

Saat pengaman di lokasi aksi massa, pihak keamanan juga melakukan penembakan gas air mata dan tembakan peringatan kepada massa. Melalui hal tersebut juga secara perlahan mampu membuat massa aksi perlahan mundur meskipun tetap memberikan perlawanan berupa pelemparan batu dan lainnya terhadap aparat yang melakukan pengaman.

Di dekat persimpangan Jalan Tanjungpura tersebut kantor pos lalu lintas Polisi berhasil dibakar massa aksi.

Tidak lama setelah azan shalat dhuhur, kondisi di sekitar aksi mulai kondusif. Lalu lintas mulai lancar. Meskipun Jambatan Tol I masih dilakukan penutupan oleh aparat untuk menghindari aksi susulan.

Terdapat beberapa massa aksi yang berhasil diamankan aparat untuk dilakukan penanganan selanjutnya. Hingga saat ini aparat masih berjaga di sejumlah titik di Pontianak agar Kamtibmas masih tetap terjaga di Bumi Khatulistiwa tersebut.

Sumber:Ant

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Terpilih Sebagai Ketua Kadin Surabaya, Ali Affandi: Tantangan ke Depan Sangat Komplek

Menurut putra pertama Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattaliti ini, tantangan Surabaya kedepan sangat komplek. Terlebih JP Morgan mengatakan bahwa pada tahun 2020 akan terjadi krisis global. Untuk itu, katanya, Surabaya harus menguatkan diri dan membentengi para pengusaha agar tetap berdaya dan berjaya.

Tegaskan NasDem Tidak Minta-Minta Jatah Menteri, Paloh: Jika Diperlukan Boleh

"Kami tidak pernah minta-minta menteri, tergantung presiden saja; diperlukan NasBem boleh, tidak diperlukan juga tidak apa-apa," kata Paloh

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Kongres V PDIP: Dihadapan Pimpinan Parpol, Mega Isyaratkan Puan Harus Jadi Ketua DPR RI

Mega mengisyaratkan kursi Ketua DPR RI akan diduduki oleh putrinya yang kini menjabat Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Soal Impor Rektor, KSP: Yang Dimaksud Adalah Berkualifikasi Internasional Bukan Harus Asing

Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Yanuar Nugroho menjelaskan, wacana pemerintah tersebut sebenarnya berkaitan dengan kualifikasinya berskala internasional, bukan soal kewarganegaraannya.

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Dewan Pers Ingatkan Media untuk Terus Kawal Janji Politik Yang Dilontarkan Pada Pemilu 2019

Menjelang Pemilu 2019 media sibuk membahas tentang persoalan pemilu, namun setelah pemilu media seakan-akan diam.

Nilai Tidak Etis Parpol Pengusung Prabowo Gabung Pemerintah, Begini Kata Pakar Hukum Tata Negara

Saat Pilpres 2019 saling rebut kekuasaan, lantas saat kalah bergabung ke yang menang. Tidak Etis. Kata pakar HKTN ini.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi