Rupiah Makin Terperosok, DPR: Fundamental Ekonomi Harus Diperkuat

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan menyatakan pemerintah perlu memperkuat fundamental perekonomian nasional dalam menghadapi kondisi pelemahan nilai mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

“Fundamental ekonomi kita harus diperkuat agar mampu menahan kuatnya dolar AS,” kata Taufik Kurniawan dalam rilis di Jakarta, Sabtu (30/6).

Menurut Taufik, dengan kebijakan yang mengarahkan kepada penguatan fundamental ekonomi, maka rupiah juga diharapkan bisa kembali menguat.

Politisi PAN itu mengemukakan, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) harus siaga menghadapi pelemahan rupiah ini serta tidak bisa menilai bahwa pelemahan itu adalah sesuatu yang berlangsung sebagai normal atau hanya berlangsung secara musiman.

“Pelemahan ini jangan terus-terusan dianggap hal yang normal,” ucapnya.

Ia juga mengatakan, manfaat dari penguatan fundamental ekonomi juga akan memunculkan serta meningkatkan kepercayaan dari berbagai pihak pemangku kepentingan dan kalangan investor.

Dengan kepercayaan dari investor, lanjutnya, aliran dana keluar juga dapat diredam.

Taufik juga mengingatkan bahwa dampak dari melemahnya rupiah antara lain juga terkait dengan beban pembayaran utang sehingga perlu benar-benar diwaspadai.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyambut baik kenaikan suku bunga acuan “7-Day Reverse Repo Rate”, hingga 50 basis poin menjadi 5,25 persen, sebagai langkah antisipasi untuk membendung tekanan global.

“Kalau soal harus naik, semua orang sudah tahu. Tidak ada cara lain. Tidak naik, ketinggalan. Orang lain naik, itu akan membuat ‘capital flight’. Kami sambut apa yang dilakukan BI,” kata Darmin di Jakarta, Jumat (29/6).

Darmin meyakini kenaikan suku bunga acuan tersebut untuk merespons berbagai perkembangan dunia saat ini mulai dari kenaikan suku bunga The Fed, potensi perang dagang dan kondisi geopolitik terkini.

Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan “7-Day Reverse Repo Rate” hingga 50 basis poin (bps) menjadi 5,25 persen pada Rapat Dewan Gubernur 28-29 Juni 2018.

Gubernur BI Perry Warjiyo dalam jumpa pers RDG di Jakarta, Jumat (29/6), mengatakan bahwa langkah itu diambil untuk membendung tekanan ekonomi eksternal terhadap perekonomian domestik, termasuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

“Ini kebijakan moneter lanjutan yang ‘pre-emptive’ (antisipatif), ahead of the curve’ (selangkah lebih maju) dan front loading,” katanya. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER