Surya Paloh: Cawapres Terserah Jokowi

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasdem Surya Paloh menyerahkan sepenuhnya nama calon Wakil Presiden RI kepada Jokowi pada Pemilihan Presiden 2019.

“Kalau soal calon Presiden sudah pasti Pak Jokowi, tapi untuk posisi pendampingnya, NasDem menyerahkan penuh ke Jokowi,” ujarnya di sela peresmian Kantor Bappilu DPW NasDem Jatim di Surabaya, Ahad (8/4).

Berdasarkan hasil keputusan yang disampaikan pada HUT Ke-6 dan Rapat Kerja Nasional IV NasDem di Jakarta pada pertengahan November 2017, NasDem secara resmi mengusung Jokowi untuk calon Presiden sekaligus berharap sebagai pemimpin dua periode.

Ketika disinggung namanya sendiri yang masuk bursa untuk berduet dengan Jokowi, pemilik Media Grup itu mengaku dirinya sudah tua sehingga sudah bukan saatnya dicalonkan karena sudah terlambat.

Selain itu, saat ini ia mengaku hanya ingin berperan mengorganisasi, memimpin dan membesarkan partainya untuk menyumbang kebaikan bagi Indonesia.

“Meski ada yang menginginkan dan nama saya disebut-sebut, saya tetap tidak mau karena alasan tadi. Kalau memang ada aspirasi, biar yang lain sajalah,” ucap politikus senior kelahiran Banda Aceh, 16 Juli 1951 tersebut.

Namun, kata dia, ceritanya akan berbeda jika dirinya masuk bursa calon Presiden atau Wakil Presiden pada 15 tahun lalu, bahkan ia menegaskan tidak perlu didorong untuk maju, tapi akan melompat sendiri di Pemilihan Presiden.

Sedangkan, terkait viralnya tagar #GantiPresiden2019 di media sosial, Surya Paloh menilainya sebagai hal yang wajar dan tak ada yang salah di alam demokrasi di Tanah Air.

“Di negara demokrasi seperti Indonesia maka tak ada yang salah. Mau ganti presiden, mau calonkan Presiden, apa yang salah? Ini konsekuensi dalam sistem negara demokrasi yang bebas seperti sekarang,” ujar SP, sapaan akrabnya.

Sementara itu, di Pemilihan Presiden 2019, nama Jokowi sampai saat ini telah diusung delapan partai politik, yaitu yang pertama Partai NasDem, kemudian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Berikutnya berturut-turut diikuti Partai Persatuan Indonesia (Perindo), dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), serta Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

Tekan Hoaks Selama Pilkada 2020, AMSI Gelar Cek Fakta di 16 Wilayah

Kegiatan Cek Fakta sebagai bentuk kontribusi AMSI kepada publik dengan memberikan informasi yang bermutu selama masa Pemilihan Kepala Daerah 2020 dan menekan hoaks (mis/disinformasi) yang berpotensi beredar selama berlangsungnya masa kampanye dan Debat Pilkada 2020.

TERPOPULER