Keempat, menurutnya, secara kepartaian, Amien Rais tidak terlibat langsung dalam mengurus dan mengambil keputusan di PAN.
“Malah justru sebagai Ketua Dewan Kehormatan, para pengurus DPP PAN yang sering meminta pendapat dan nasehat beliau,” katanya.
Keganjilan kelima, lanjutnya, aktivitas Amien Rais di luar PAN tidak terkait dengan kiprah dan garis politik PAN secara langsung sehingga itu adalah hak dan kewajiban Amien Rais yang justru dapat dinilai sebagai bagian dari upaya menjaga moral dan keadaban bangsa.
Kemudian, keganjilan keenam, surat itu ditandatangani oleh salah seorang yang sudah mengundurkan diri dari PAN sejak beberapa tahun lalu, tepatnya 15 Mei 2014.
“Sebagai orang yang sudah mengundurkan diri, tentu sangat tidak tepat jika ikut campur lagi urusan PAN,” ujarnya.
Baca juga: DPP PAN: Yang Desak Amien Rais Mundur Pendukung Jokowi
Karena itu ia menilai surat terbuka tersebut tidak kontekstual dan sarat dengan kepentingan politik jangka pendek karena bertujuan memecah belah konsentrasi PAN dalam menghadapi pemilu, khususnya Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.
“PAN khususnya Pak Amien Rais, sebagai pendukung solid Prabowo-Sandi, sangat kontributif dan produktif dalam membangun jaringan dan basis dukungan bagi pemenangan Prabowo-Sandi,” ujarnya.
“Jadi, wajar saja jika ada segelintir orang yang tidak suka karena kepentingan politiknya secara personal maupun komunal terganggu,” imbuhnya.
Selain itu, ia juga meminta kepada seluruh kader dan simpatisan PAN untuk tidak terpengaruh, namun tetap kerja keras dan cerdas.
“Kejadian seperti ini harus dijadikan sebagai motivasi untuk meraih kemenangan di Pemilu 2019,” pungkasnya. (Ant/SU05)

Semangat terus utk PAN jgn sampe terpengaruh yg ingin memecah belah…kemaren bang dahnil skrng Pa Amin rais besok2 siapa lg ya…rapatkan barisan ✌✌✌
Tetap kokohkan barisan pak