Ditanya Soal Indonesia Bubar 2030, Presiden Jokowi Tertawa

0
6695
Presiden Jokowi.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID –  Presiden Jokowi tertawa saat diminta menanggapi prediksi Indonesia akan bubar pada 2030, sebagaimana yang dikutip dan disampaikan oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam pidatonya.

“Hehehehe… kita memandang ke depan itu dengan rasa optimisme. Kita memandang ke depan itu juga memberikan sebuah harapan lebih baik kepada anak-anak muda kita, kepada rakyat kita,” kata Jokowi setelah membuka acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) II Perindo, di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Rabu (21/3) malam.

Presiden saat diminta keterangan oleh wartawan perihal tersebut menyatakan bahwa sesulit apapun tantangan yang ada untuk tetap menegakkan NKRI maka harus dilakukan.

Loading...

Menurut Jokowi, sangat penting untuk menumbuhkan semangat, optimisme, dan harapan kepada masyarakat secara terus-menerus. “Sesulit apa pun hambatan yang ada harus ada rasa optimisme, rasa harapan lebih baik,” kata mantan Gubernur DKI ini.

Diberitakan sebelumnya, Partai Gerindra lewat akun Facebooknya mengunggah sebuah video yang berisi pidato Prabowo Subianto. Dalam salah satu bagian pidatonya, Prabowo mengutip kajian luar negeri yang memprediksi bahwa Indonesia akan bubar pada 2030.

“Saudara-saudara! Kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini, tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, dimana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030. Bung! Mereka ramalkan kita ini bubar,” kata Prabowo.

Hal itu mendapatkan banyak reaksi dari berbagai kalangan, termasuk Presiden Jokowi yang justru menegaskan perlunya membangun optimisme dan harapan di kalangan masyarakat.

#KataPrabowo Elite yang Berbohong Penghancur Bangsa Indonesia

Sudah berkali-kali Prabowo Subianto mengingatkan, bahwa negara ini kaya namun miskin karena para elit kita membiarkan para komprador menguasai sumber daya alam Indonesia. Bahwa mereka, para elit, seakan menutup mata dan telinganya ketika banyak rakyat Indonesia berteriak kelaparan, para ibu berteriak susahnya akses kesehatan yang layak, mahalnya pendidikan yang bermutu. Pantaskah mereka dipilih kembali? Pantaskah mereka kita biarkan terus menjarah hasil bumi nusantara? "Mari kita pertahankan momentum peperangan melawan koruptor dan komprador. Koruptor adalah mereka yang mengambil apa yang sudah menjadi uang rakyat untuk perut sendiri. Komprador adalah mereka yang membantu menjarah, atau membiarkan penjarahan serta pengiriman kekayaan alam nusantara ke luar negeri" – Prabowo Subianto

Dikirim oleh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) pada 18 Maret 2018

(ARif R/Hrn)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU