Dinilai Kebijakannya Bermanfaat, LAM Riau Akan Beri Gelar Adat Kepada Jokowi


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Presiden Jokowi menerima kedatangan sekitar 31 pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim serta Ketua DPRD Riau Septina Primawati, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (4/12)

Kedatangan pengurus LAM Riau adalah untuk menyampaikan rencana pemberian gelar adat kepada Jokowi, karena menilai kebijakan-kebijakannya selaku Presden banyak memberi manfaat bagi masyarakat adat Riau.

“Melakukan peminangan untuk meminta kesedian bapak (Presiden) akan diberi penambalan adat, gelar adat Lembaga Adat Melayu Riau,” kata Datuk Rangkai Bestari, selaku penghubung LAM Riau saat diterima Presiden di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (4/12).

Usai pertemuan, Ketua Umum LAM Riau Datuk Al Azhar mengatakan pemberian gelar adat kepada Presiden Jokowi ini sudah melalui kesepakatan dan musyawarah bersama sebagai ucapan terima kasih masyarakat Riau.

“Menyampaikan ucapan terima kasih, sekalung budi, tanda terima kasih masyarakat Riau dengan memberikan gelar kepada Presiden Jokowi dengan gelar Datuk Sri Setia Negara,” kata Datuk Al Azhar.

Dijelaskan oleh Datuk Al Azhar bahwa Datuk Sri Setia Negara berarti Presiden Jokowi merupakan seorang petinggi negara yang berseri-seri untuk memegang amanah negara.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian LAM Riau Datuk Sri Syahril Abubakar mengatakan bahwa pemberian gelar ini akan dilaksanakan pada 15 Desember 2018 dan Jokowi menyatakan kesediannya akan datang ke Provinsi Riau.

Dasar pemberian gelar adat kepada Jokowi ini. kata Datuk Sri Syahril Abubakar, karena kebijakannya yang memberikan manfaat positif kepada masyarakat adat Riau. Ia pun memaparkan alasan-alasannya.

“Lebih kurang 17 tahun lamanya Riau selalu didatangi oleh asap. Lantas tuan Presiden mengambil kebijakan tidak ada asap di provinsi Riau. Alhamdulillah sudah tiga tahun ini asap tidak ada lagi,” kata Syahril Abubakar.

Kebijakan lain, lanjutnya, terkait Blok Rokan yang telah kembali ke Indonesia setelah dikelola oleh Pertamina bersama Perusahaan Daerah Pemerintah Provinsi Riau.

Berikutnya, kata Syaril Abubakar, pemberian gelar juga terkait Penetapan Presiden nomor 86 tahun 2018 tentang Tanah Obyek Reforma Agraria.

“Di sini tanah milik bersama diakui dan sekaligus dapat disertifikatkan. Ini perjuangan panjang masyarakat adat Riau hampir 20 tahun yang kami memperjuangkan dan tuan presiden telah mengembalikan kepada kami, ke masyarakat adat dan sekaligus memberikan status sertifikat kepada tanah ulayat ini,” katanya.

Selanjutnya, Syahril Abubakar mengatakan Inpres Nomor 8 tahun 2018 yang menyangkut Penataan kembali tentang Perkebunan Kelapa Sawit juga memberikan dampak positif kepada masyarakat Riau.

“Hampir 3 juta hektare kebun sawit ada di Riau, namun boleh dikatakan masyarakat Riau tidak memiliki kebun yang maksimal. Dengan ditata kembali melaluin kebijakan ini, Alhamdulillah ada kurang 2 juta hektare yang masyarakat adat Riau bisa mengelola hasil buminya,” katanya.

Syaril juga menyebut CPP Blok yang selama 15 tahun terakhir dikelola Pertamina bersama Perusahaan Daerah telah ditetapkan bahwa blok ini sekarang dikelola oleh Pemda.

“Ini semua yang menjadi dasar kami, selain jalan tol dan lainnya, yang membuat kami ingin menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada pemerintah yang kebetulan presiden dijabat Tuan Joko Widodo,” pungkasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (Ant/SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.
close