Wali Kota Makassar Harap Partisipasi Pemilih Meningkat Jadi 75 Persen

MAKASSAR, SERUJI.CO.ID – Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto menargetkan partisipasi pemilih di Kota Makassar sebesar 75 persen seraya mengajak seluruh masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya pada Pemilu serentak 17 April 2019

“Saya berharap semua kompak ke TPS agar partisipasi masyarakat untuk memilih menjadi tinggi,” kata Ramdhan saat membuka jalan santai sekaligus Deklarasi Damai pemilu serentak di Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad (24/2).

Pria disapa akrab Danny Pomanto ini menyebutkan, Pilkada Wali Kota Makassar 2018 lalu diketahui partisipasi pemilih masyarakat tercatat hanya mencapai 58 persen atau jauh dari target KPU Makassar.

Melihat dari pengalaman itu, Danny berharap rendahnya partisipasi tersebut tidak terulang pada Pemilu serentak nanti. Tentunya Pemerintah Kota akan berusaha memaksimalkan membantu KPU Makassar dengan menargetkan partisipasi pemilih atau masyarakat yang datang ke TPS bisa mencapai 75 persen.

Dia menyampaikan apa pun pilihan masyarakat, hak itu dijamin oleh negara. Sehingga ia menekankan agar warga jangan pernah takut karena semua bebas memilih pilihannya dan jangan saling mengintimidasi.

“Karena ini hanya pemilu. Jangan hanya gara-gara beda pilihan baru kita semua bermusuhan. Kita semua harus tetap bersatu, siap ?,” papar Danny dengan suara lantang disambut pekik massa menyatakan siap menyalurkan hak pilihnya ke TPS.

Dengan melihat beberapa pengalaman yang lalu, salah satu kejadian, di daerah lain, terjadi perselisihan hanya gara-gara beda pilihan, kubur keluarganya pun harus dipindahkan ke tempat lain, ini sungguh ironis.

“Pemilu ini hanya soal pilihan, semua pilihan kita pasti baik, tapi yang jelas kita harus bersatu, harus selalu bersatu, untuk menjaga suasana tetap aman dan kondusif,” paparnya.

Danny kembali mengingatkan agar masyarakat bisa memilih siapa pun Calon Legislatif maupun Calon Presiden-Wakil Persiden terbaiknya agar tidak ada penyesalan selama lima tahun ke depan.

“Silahkan memilih sesuai hati nurani kalian tapi diingkatkan kembali mesti sama-sama kita bersatu untuk menjaga Kota Makassar tetap aman dan damai,” tambahnya.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER