Viral Kabar Hoaks Dahnil Dihadang Paspampres Masuk Arena Muktamar, Ini Faktanya

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID – Beredar di media sosial sebuah video yang disebut sebagai peristiwa penghadangan terhadap Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak oleh Paspampres untuk masuk ke arena Muktamar ke-XVII Pemuda Muhammadiyah yang sedang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Bantul, DI Yogyakarta.

Terlihat di video tersebut Dahnil dan peserta Muktamar berkumpul di depan pintu untuk masuk ke lokasi acara, yang sedang dijaga oleh beberapa Paspampres.

Diantara warganet yang menyebarkan video tersebut adalah akun twitter dengan nama @DonAdam08, yang merupakan akun dari calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari Partai Demokrat untuk daerah pemilihan (Dapil) Jawa Barat 2, M Adamsyah WH.

“Barusan dapat info, Dahnil Anzar dkk (pendukungnya) dilarang Paspampes masuk ke arena Muktamar Pemuda Muhammadiyah di Jogja, yg siang ini dihadiri Jokowi. Ohala….makin lucu negeri ini. Ada kegiatan, yg punya hajat kok malah dilarang mengikuti acara gara2 tak sekubu dg presiden?” tulis Don Adam di akun twitternya sambil menyertakan video yang ia sebut sebagai penghadangan Paspampres terhadap Dahnil, Selasa (27/11).


Sontak, hal itu membuat gempar warganet yang menilai peristiwa penghadangan tersebut akibat Dahnil adalah Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandiaga Uno, yang merupakan penantang petahana, Presiden Jokowi.

Walau twit tersebut kemudian dihapus oleh akun @DonAdam08 tapi hal tersebut terlanjur menyebar dan jadi perbicangan warganet.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) DIY, Iwan Setiawan yang sekaligus merupakan panitia lokal Muktamar, membantah bahwa kejadian di video tersebut adalah penghadangan Dahnil masuk ke arena Muktamar.

“Keterangan di video itu adalah hoaks, tidak benar Dahnil dihadang masuk ke arena Muktamar,” kata Iwan lewat pesan tertulis yang dikirim ke media, Selasa (27/11).

Dijelaskan oleh Iwan, video tersebut bukanlah penghadangan terhadap Dahnil tapi dilarangnya peserta Muktamar masuk oleh Paspampres karena dilarang membawa Handphone dan tas untuk masuk ke lokasi pembukaan.

“Itu video peristiwa sebelum pembukaan Muktamar pada Senin. Paspampres sesuai aturan melarang peserta dan penggembira Muktamar membawa HP dan Tas masuk lokasi. Hal itu membuat mereka protes, terutama soal larangan membawa HP,” ungkap Iwan.

Karena terjadi perselisihan antara Paspampres dan ribuan peserta dan penggembira soal aturan tersebut, lanjut Iwan, maka Dahnil dan panitia lokal turun tangan menenangkan peserta dan penggembira Muktamar.

“Dahnil melakukan negosiasi dengan Paspampres, dan akhirnya disepakati boleh membawa HP dan tas ke ruang Muktamar,” jelasnya.

Selain itu, Iwan juga membantah hoaks yang terlanjur beredar tersebut, yang menyebut Presiden Jokowi yang hadir dan membuka Muktamar.

“Pembukaan dilakukan Wapres Jusuf Kalla, bukan Presiden Jokowi,” pungkasnya. (ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sandiaga: Layanan Kesehatan Bagi Warga Miskin Jakarta Masih Belum Layak

"Saya sangat prihatin melihat masih banyaknya masyarakat kurang mampu di Jakarta, yang masih belum terpenuhi pelayanan kesehatan yang layak," kata Sandiaga

Terekam Video, Polisi China Borgol dan Tutup Mata Ratusan Muslim Uighur

Ratusan pria muslim dari etnis Uighur terekam sebuah video sedang diborgol dan ditutup matanya sambil diawasi sekelompok polisi China. Diduga para pria tersebut akan digiring ke suatu lokasi yang kemungkinan adalah kamp-kamp penahanan.

Tren Pemasangan Iklan Jual Ruko di Lamudi Meningkat

Dari data jumlah iklan ruko yang dipasang di portal properti Lamudi.co.id menyebutkan, pada tahun 2017 ada 3.801 iklan, kemudian tahun 2018 ada 3.926 iklan, lalu tahun 2019 meningkat tajam menjadi 5.557 iklan ruko yang dipasang.

KPK Tetapkan Menpora Imam Nahrawi Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Suap KONI

"KPK telah tiga kali yakni pada 31 Juli, 2 Agustus, dan 21 Agustus 2019 mengirimkan panggilan untuk meminta keterangan, tapi IMR tidak pernah datang. KPK sudah memberikan ruang yang cukup bagi IMR untuk memberi keterangan dan klarifikasi pada tahap penyelidikan," ujar Marwata.

Bejat, Oknum Guru Meniduri Muridnya Ratusan Kali Bermodal Janji Menikahi

Aksi bejat yang berlangsung sejak tahun 2014 saat Lan masih berusia 14 tahun itu, dilakukan dengan jurus rayuan telah jatuh cinta pada Lan dan berjanji akan menikahi jika Lan telah berusia 18 tahun.

DPR Terima Surat KPK Soal Firli, Gerindra: Aneh Komisioner Lakukan Serangan di Detik-Detik Akhir

"Ini ada ketakutan yang luar biasa terhadap Firli. Penolakan luar biasa kepada Firli kan aneh nah ini lah intinya dalam fit and proper test ke depan kita akan pertanyakan hal-hal yang seperti itu," ungkap Desmond.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi