Tikam dari Dalam! Eks Wapres Mike Pence Puji Putusan Mahkamah Agung yang Hancurkan Kebijakan Tarif Trump

Reaksi: Dari Perayaan hingga Kemarahan

Pernyataan Pence menjadi salah satu yang paling mencolok dari deretan respons tokoh-tokoh Republik terhadap putusan ini — justru karena datang dari orang yang pernah duduk berdampingan dengan Trump di Gedung Putih. Bagi para pendukung perdagangan bebas dalam tubuh Partai Republik, Pence menjadi suara paling lantang yang berani menentang garis resmi partai.

Di sisi lain, kubu Trump bereaksi keras. Trump menyebut putusan Mahkamah Agung sebagai keputusan “politis” dan menyatakan pemerintahannya akan menggunakan “semua otoritas yang tersedia” untuk mempertahankan kerangka tarif melalui jalur hukum lain — kemungkinan Section 232 atau legislasi baru dari Kongres.

Uni Eropa, mitra dagang terbesar Amerika, menyatakan tengah menganalisis secara cermat putusan tersebut dan terus berkoordinasi dengan pihak AS. Para pelaku bisnis AS yang selama ini terdampak tarif menyambut putusan ini dengan lega, meski menyadari pemulihan rantai pasok akan membutuhkan waktu berbulan-bulan.


📊 POIN KUNCI PERNYATAAN MIKE PENCE

  • Pence menyebut putusan Supreme Court sebagai “kemenangan bagi Rakyat Amerika”
  • Ia menegaskan bahwa Kongres — bukan Presiden — yang berhak memungut pajak/tarif menurut Konstitusi
  • Organisasinya, @AmericanFreedom, aktif mengajukan amicus brief mendukung pembatalan tarif
  • Pence menyerukan AS kembali ke jalur Perdagangan Bebas berdasarkan Konstitusi
  • Ini adalah konfrontasi terbuka Pence terhadap kebijakan Trump — mantan presiden yang pernah ia dampingi

Apa Artinya Ini bagi Masa Depan Politik AS?

Pernyataan Pence bukan sekadar komentar hukum — ini adalah sinyal politik. Di tengah Partai Republik yang masih sangat didominasi narasi Trump, Pence memilih berdiri di sisi yang berseberangan secara terbuka. Langkah ini memperkuat posisinya sebagai representasi “konservatisme konstitusional” yang berbeda dari Trumpisme — sebuah identitas yang mungkin akan terus ia bangun menjelang siklus pemilu berikutnya.

Yang jelas, drama dalam tubuh Partai Republik Amerika belum berakhir. Dan hari ini, Mike Pence memilih untuk berdiri — bukan di samping Trump, melainkan di hadapannya.


Artikel ini disusun berdasarkan pernyataan resmi Mike Pence di Twitter/X dan laporan dari Newsweek, Washington Post, NBC News, serta CNBC pada 20 Februari 2026. Redaksi akan terus memperbarui perkembangan terkini.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER