Kebijakan Plin-Plan Kenaikan Premium Dinilai Dapat Pengaruhi Elektabilitas Jokowi

0
98
  • 50
    Shares
Pasangan capres-cawapres, Jokowi-KH Ma'ruf Amin.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio mengingatkan terkait plin-plannya pemerintah soal kenaikan BBM Premium dapat pengaruhi elektabilitas Jokowi.

“Dampak langsung mungkin tidak, tapi kalau sering ‘miss’ komunikasi antar pejabat pemerintah dan itu banyak diingat masyarakat, bisa jadi mempengaruhi, ” kata Hendri di Jakarta, Rabu (10/10).

Hendri juga mengatakan agar pemerintah berhati-hati dalam memutuskan persoalan kebijakan besar, khususnya BBM. Sebab Hendri menilai kabinet Presiden Jokowi kerap berbeda pendapat dalam memutuskan kebijakan.

“BBM ini hal penting, pengaruhnya besar, ya, jangan lagi lah ‘miss’ komunikasi, ini sudah sering, ” katanya.

Sebelumnya, pemerintah lewat Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mengeluarkan keputusan yang terkesan plin-plan, terkait kenaikan BBM bersubsidi, Premium.

Baca juga: Terkesan Plin-Plan, Hanya Selang Sejam Pemerintah Batalkan Kenaikan Premium

Dua kali keputusan mengejutkan datang dari pemerintan hari ini. Sebelumnya secara mengejutkan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengumumkan kenaikan BBM jenis premium yang disubsidi Pemerintah, yang mulai berlaku sore ini.

“Sesuai arahan Presiden, premium hari ini jam 18.00 WIB paling cepat, tergantung persiapan Pertamina di 2.500 SPBU disesuaikan harganya,” kata Jonan di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10) petang.

Disampaikan Jonan, premium yang tadinya diharga Rp6.550 naik menjadi Rp 7.000 per liter untuk wilayah Jamali (Jawa, Madura dan Bali) dan Rp 6.900 per liter untuk wilayah Non Jamali.

Baca juga: Kementerian ESDM: Sesuai Arahan Presiden, Premium Batal Naik

Namun, hanya berselang lebih kurang satu jam, pemerintah mengeluarkan keputusan untuk membatalkan kenaikan BBM Premium tersebut.

“Sesuai arahan bapak Presiden, rencana kenaikan harga premium di Jamali menjadi Rp7.000 dan di luar Jamali menjadi Rp6.900, ditunda dan agar dibahas ulang sesuai kesiapan Pertamina,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi lewat keterangan tertulis yang diterima SERUJI, Rabu (10/10). (ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU