Kapuspen TNI: Pernyataan Panglima Bukan Konsumsi Publik

2
259
Jendral Gatot dan Purnawirawan
Jendral Gatot dalam acara silaturahim Panglima TNI dengan Purnawirawan TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Jumat, 22/9/2017. (foto:istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto, menegaskan, pernyataan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo soal adanya institusi yang memesan 5.000 senjata dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo, bukan untuk konsumsi publik.

“Kita sudah sampaikan bahwa pernyataan Panglima TNI dalam acara silaturahmi dengan purnawirawan TNI bukan untuk konsumsi publik atau off the record,” kata Mayjen TNI Wuryanto, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (25/9).

Bahkan, lanjut Wuryanto, Panglima TNI sudah menyatakan bahwa Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo tidak pernah melakukan pernyataan resmi (pers rilis) soal senjata ilegal tersebut.

“Ada teman-teman yang kebetulan mungkin merekam pernyataan beliau, padahal kita sudah sampaikan tidak boleh diberitakan,” katanya.

Permintaan off the record, kata Wuryanto, sudah dijamin dalam Undang-Undang tentang Pers, sehingga patut untuk dihormati.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan, pihaknya tidak pernah merilis tentang adanya institusi di luar TNI yang berencana mendatangkan 5.000 pucuk senjata secara ilegal ke Indonesia.

“Saya tidak pernah “press release” (soal senjata), saya hanya menyampaikan kepada purnawirawan, namun berita itu keluar. Saya tidak akan menanggapi terkait itu (senjata ilegal),” kata Panglima TNI usai menutup Kejurnas Karate Piala Panglima TNI Tahun 2017, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Ahad malam (24/9).

Namun demikian, dirinya mengakui bahwa beredarnya video dan rekaman soal itu di dunia maya adalah memang pernyataannya.

“Seribu persen itu benar kata-kata saya. Tapi saya tidak pernah ‘press release’, sehingga saya tidak perlu menanggapi hal itu,” paparnya.

Terkait kebenaran informasi bahwa ada institusi di luar TNI yang berencana mendatangkan 5.000 pucuk senjata secara ilegal ke Indonesia, Panglima TNI kembali enggan menanggapi soal itu.

2 KOMENTAR

  1. Jelas ! Rakyat lebih percaya dg Panglima TNI. Dari runut masalah ini, Belum lagi masalah kasus Ahok, masalah kriminalisasi Ulama, tingkah polah keseharian anggota … Masalah kasus seludup srnjata api,yg dibiayai oleh Taipan Meikarta@ JamesRiyadi,Tomy Winata dan bos Taipan 9Naga,yg kini berselindung diYayasan Tokong Budhist di Komplek Budhis Jakarta Utara..
    PUBLIK DAPAT MENILAI.. pihak mana pengawal NKRI dan pihak mana penghancur NKRI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

HIV positif

Belasan Ibu Hamil di Kaltara Positif HIV

NUNUKAN, SERUJI.CO.ID - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara menemukan belasan ibu hamil positif mengidap penyakit HIV/AIDS pada 2017. "Ada 12 ibu hamil di Kaltara ini positif...

Kapolda Papua Serahkan Bantuan Kemanusiaan Untuk Asmat

ASMAT, SERUJI.CO.ID - Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk anak-anak dan sanak keluarganya yang menderita penyakit campak dan gizi buruk di...

TNI Kerahkan Dua Helikopter Kirim Obat ke Asmat

TIMIKA, SERUJI.CO.ID - Markas Besar TNI mengerahkan dua unit helikopter untuk mengirim obat-obatan guna membantu menangani wabah penyakit campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat,...
loading...

Jiwa Gotong Royong yang Masih Tumbuh Subur

Tempo hari saya tercengang dengan megahnya sebuah masjid di desa Raji,  Demak, Jawa Tengah. Rupanya masjid yang belum selesai di bangun itu sudah menelan...

kebebasan berpikir

Kebebasan dalam Berpikir Hakikat bebas adalah merdeka dari segala hal yang mengikat. Berbicara tentang bebas, kita dapat belajar dari pengalaman komika kenamaan yaitu Ge Pamungkas...
_99517609_gepamungkas_joshuasuherman

Indonesia Darurat Keadilan

Indonesia Darurat Keadilan Salah satu penyebab gagalnya beberapa negara di Afrika di antaranya dalam masalah ketimpangan keadilan, sebut saja di Ethiopia, Zimbabwe dan negara-negara yang...