Harga Tiket Pesawat Masih Mahal, Menteri Pariwisata Panen Omelan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Harga tiket pesawat hingga kini ternyata masih melambung, walau Presiden Jokowi sudah meminta penurunan harga tiket pada 11 Februari lalu. Akibatnya, Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya mendapat omelan dari masyarakat.

Orang nomor satu yang paling bertanggungjawab mengurusi kepariwisatan Indonesia itu diprotes kalangan pengusaha industri wisata sampai Gubernur

“Saya diprotes melalui telepon dan media sosial.Tapi tidak masalah, protesnya masih positif karena mereka cemas usahanya bangkrut gara gara sepi wisatawan akibat mahalnya tiket,” ujar Menpar Arief Yahya kepada SERUJI di Jakarta, Jumat (22/2).

Menurut Menpar, melonjaknya harga tiket pesawat sifatnya mendadak sehingga masyarakat kaget dan tidak terima. Akibatnya banyak program bepergian ke daerah wisata yang dibatalkan.

Itulah yang menyebabkan banyak kawasan wisata di tanah air menjadi sepi. Bahkan, kata Menpar, hotel hotel pun sepi, pedagang oleh-oleh dan suvenir juga sepi pembeli, dan para pengusaha menjadi gelisah, karyawan banyak tetapi gajinya harus tetap dibayar sementara pendapatan menurun.

“Mereka protes ke saya. Gubernur Sumatera Barat bàhkan langsung menelpon, isinya protes kenapa tiket terkesan dibiarkan mahal sehingga membuat banyak industri wisata di Sumbar terancam gulung tikar,” ujar Menpar.

Dari rangkaian protes itu, Menpar menilai, harga tiket pesawat tidak boleh dibiarkan lama melambung. Soalnya, aktivitas pergerakan wisatawan bisa sangat terganggu jika harga tiket tak terkendali.

Menpar menambahkan, mahalnya harga tiket juga bisa mengganggu program pencapaian target wisatawan tahun ini, maka Kemenpar usul agar harga tiket diturunkan mendekati normal.

Harga avtur yang menyebabkan melambungnya harga tiket pesawat juga diusulkan turun.

Menpar bersyukur, begitu protes para pengusaha industri wisata itu terdengar hingga ke telinga Presiden, langsung Presiden meminta turunkan harga tiket. Dan, armada Garuda pun langsung menurunkan hingga 20 persen harga jual setiap tiketnya.

Menpar berharap, jika penurunan harga tiket Garuda dan semua penerbangan anak Garuda (Citilink, Sriwijaya dan Nam Air).diikuti penerbangan lainnya, maka kepariwisataan Indonesia akan ramai lagi.

Namun hingga Sabtu (23/2) ini, menurut beberapa pengusaha cargo dan travel, harga tiket masih tinggi. Untuk penerbangan Jakarta-Kendari misalnya masih diatas Rp 1,6 juta sekali jalan. Jakarta Jayapura pakai Garuda sekitar Rp 5 juta sekali jalan.

“Akibatnya banyak klien saya memilih liburan ke Kuala Lumpur, Malaysia yang harga tiketnya murah, tidak sampai Rp 800 ribu sekali jalan,” jelas Liman Wijaya bos PT Liman Tours & Travel di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat.
Menteri Pariwisata Arief Yahya. (Foto: AH/Seruj

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Lima Macam Riba Yang Diharamkam