Gubernur Jatim: Kita Tunggu AMSI Tetap di Jatim

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pembukaan Kongres II Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) berlangsung semarak. Selain 300 lebih anggota menghadiri kongres yang diselenggarakan secara daring ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga berkenan memberikan sambutan.

Seperti rencana yang sudah diputuskan tahun 2019, Kongres II AMSI tahun 2020 seharusnya berlangsung di Surabaya, Jawa Timur. Namun, karena pandemi Covid-19, kegiatan dihelat dengan virtual.

“Sejak zoom meeting pada waktu itu, Pengurus AMSI sudah menyampaikan Kongres II di Surabaya. Saya sangat gembira menyambutnya,” kata Gubernur Khofifah saat seremoni pembukaan Kongres 2 AMSI secara daring, Sabtu (22/8).

Walaupun begitu, Gubernur Jawa Timur tetap mengharapkan acara AMSI ke depan diselenggarakan di Jawa Timur. Baik itu Rakernas atau acara lain. Sebab, banyak lokasi yang menawan patut dikunjungi.

“Karena kondisi pandemi, sehingga Kongres virtual. Namun, masyarakat Jawa Timur tetap menunggu acara AMSI dan siap menjadi tuan rumah,” pungkasnya.

Selain Gubernur Khofifah, pembukaan Kongres 2 AMSI juga dihadiri Menteri Keuangan Sri Mulyani, perwakilan Dewan Pers, pengurus pusat, wilayah dan 300 lebih anggota AMSI se Indonesia.

Sementara itu Ketua AMSI Jatim, Arief Rahman sangat mengapresiasi kehadiran Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam pembukaan Kongres 2 AMSI.

“Ini merupakan kehormatan dan juga bentuk dukungan kuat kepada AMSI sebagai organisasi media siber,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pendidikan Untuk Merdeka

Pada saat pemimpin Jepang sudah memvisikan sebuah masyarakat baru Society 5.0, apakah kita saat ini, sebagai bangsa, sebagai ummat, berada pada jalur yang benar menuju puncak kejayaan menjadi bangsa yang berdaulat, adil dan makmur, serta cerdas?

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.