Dirangsek Mahasiswa, Polwan Lari Kocar-kacir, Ada yang Menangis

Jakarta, Seruji.com- Dihadang barikade Polwan, ratusan mahasiswa dari berbagai BEM-SI itu merangsek ke depan Istana Negara. Mereka meneriakan ‘reformasi’ sambil mendesak barikade Polwan. Tak kuat menahan ‘gempuran’ mahasiswa, barikade Polwan pecah dan lari.

Benturan memang tidak bisa dielakkan antara rombongan massa yang begitu banyak dengan barikade Polwan yang masih muda-muda itu. Saat barikade polwan pecah dan lari berhamburan,  terlihat ada anggota polwan yang menangis, ada juga yang terjatuh dan nyaris terinjak massa pendemo.

Laju massa mahasiswa ini kemudian terhenti di barisan barikade Polisi Dalmas. Mahasiswa dihadang untuk masuk ke daerah ring istana.

Saat ini aksi massa masih tertahan di Jalan Merdeka Barat, depan Gedung Kemenko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan.

Setelah memecah barikade Polwan, massa yang dari BEM-SI Sejabodetabek melanjutkan orasinya, didepan barikade polisi, massa mahasiswa berasal dari BEM UNJ, Politeknik Negeri Jakarta, Univ.Att Tahiriyah, Univ. Yarsi, BSI, STIE Tazkia, IPB Bogor. Jumlah massa diperkirakan sudah mencapai sekitar 1.500 orang. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Islam Simbolik dan Islam Substantif: Problema Nilai Islamisitas dalam Politik Indonesia

Bagi saya, Habib Rizieq Shihab masih kurang radikal karena ia tidak memiliki ide original tentang negara nomokrasi Islam, yang menurut Thahir Azhary (1995) sebagai negara ideal atau negara siyasah diniyah dalam konsepsi Ibnu Khaldun (1849). Pengetahuannya tentang Kartosoewirjo yang pernah mendirikan Negara Islam Indonesia di Jawa Barat tahun 1949 juga sangat minim sehingga jika dipetakan, ia hanyalah tokoh pinggiran dalam proses revolusi Islam yang kini sedang berproses di Indonesia.

KAHMI untuk NKRI

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER