Berbohong, Ratna Sarumpaet Dipecat dari BPN Prabowo-Sandiaga

0
271
  • 14
    Shares
Ratna Sarumpeat saat bertemu Prabowo menyampaikan peristiwa pengeroyokan yang dihadapinya, Selasa (2/10/2018). (foto:istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Aktivis perempuan Ratna Sarumpaet dipecat dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno akibat kasus cerita bohong tentang penganiayaan yang ia alami.

Di BPN Prabowo-Sandiaga, Ratna Sarumpaet duduk sebagai salah satu Juru Kampanye Nasional.

“Beliau sudah kami minta mundur, dan sudah menyampaikan surat pengunduruan diri,” kata calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dalam konferensi pers di Rumah Kertanegara, Jakarta, Rabu (3/1).

Prabowo menegaskan bahwa pihaknya tidak menolerir tindakan yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet, yang telah membuat heboh dengan cerita bohongnya.

“Siapapun yang menyebarkan hoaks di tim kami, akan dipecat, tidak ada ampun,” tegas Prabowo.

Baca juga: Akui Kebohongannya, Ratna Sarumpaet: Entah Diberikan Setan Mana ke Saya

Pada kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas peristiwa tersebut.

“Saya atas nama pribadi dan sebagai pimpinan dari tim kami ini, saya minta maaf ke publik bahwa saya telah ikut menyuarakan sesuatu yang belum diyakini kebenarannya,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Ratna Sarumpaet akhirnya mengakui bahwa ia telah berbohong tentang kasus penganiayaan dirinya.

“Apa yang saya sampaikan ini akan menyanggah terjadinya penganiayaan,” kata Ratna dalam konferensi pers yang diadakan di kediamannya di di Jalan Kampung Melayu Kecil V/24, RT 04, RW 05, Bukit Duri Tanjakan, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (3/10).

Ratna mengakui bahwa pada 21 September 2018 ia melakukan perawatan di RS Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat, untuk operasi sedot lemak. Hal ini sebagaimana hasil penyelidikan yang disampaikan polisi sebelumnya.

Baca juga: Ratna Sarumpeat Dianiaya Orang Tak Dikenal, Fadli Zon: Jahat dan Biadab Sekali

Disampaikan Ratna, sehari usai operasi mukanya masih lebam-lebam akibat operasi yang menurut dokter tidak masalah.

“Saya membutuhkan alasan ke anak saya dan saya katakan saya dipukul orang. Dalam seminggu ke depannya saya terus ditanya, namanya juga anak, dan kebodohan saya terus berbohong,” jelasnya. (ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU