Berbohong, Ratna Sarumpaet Dipecat dari BPN Prabowo-Sandiaga


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Aktivis perempuan Ratna Sarumpaet dipecat dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno akibat kasus cerita bohong tentang penganiayaan yang ia alami.

Di BPN Prabowo-Sandiaga, Ratna Sarumpaet duduk sebagai salah satu Juru Kampanye Nasional.

“Beliau sudah kami minta mundur, dan sudah menyampaikan surat pengunduruan diri,” kata calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dalam konferensi pers di Rumah Kertanegara, Jakarta, Rabu (3/1).

Prabowo menegaskan bahwa pihaknya tidak menolerir tindakan yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet, yang telah membuat heboh dengan cerita bohongnya.

“Siapapun yang menyebarkan hoaks di tim kami, akan dipecat, tidak ada ampun,” tegas Prabowo.

Baca juga: Akui Kebohongannya, Ratna Sarumpaet: Entah Diberikan Setan Mana ke Saya

Pada kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas peristiwa tersebut.

“Saya atas nama pribadi dan sebagai pimpinan dari tim kami ini, saya minta maaf ke publik bahwa saya telah ikut menyuarakan sesuatu yang belum diyakini kebenarannya,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Ratna Sarumpaet akhirnya mengakui bahwa ia telah berbohong tentang kasus penganiayaan dirinya.

“Apa yang saya sampaikan ini akan menyanggah terjadinya penganiayaan,” kata Ratna dalam konferensi pers yang diadakan di kediamannya di di Jalan Kampung Melayu Kecil V/24, RT 04, RW 05, Bukit Duri Tanjakan, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (3/10).

Ratna mengakui bahwa pada 21 September 2018 ia melakukan perawatan di RS Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat, untuk operasi sedot lemak. Hal ini sebagaimana hasil penyelidikan yang disampaikan polisi sebelumnya.

Baca juga: Ratna Sarumpeat Dianiaya Orang Tak Dikenal, Fadli Zon: Jahat dan Biadab Sekali

Disampaikan Ratna, sehari usai operasi mukanya masih lebam-lebam akibat operasi yang menurut dokter tidak masalah.

“Saya membutuhkan alasan ke anak saya dan saya katakan saya dipukul orang. Dalam seminggu ke depannya saya terus ditanya, namanya juga anak, dan kebodohan saya terus berbohong,” jelasnya. (ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

close