close

Sistem Zonasi, Tahun Depan Siswa Tak Perlu Lagi Mendaftar ke Sekolah

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan dengan penerapan sistem zonasi, siswa sudah tidak perlu lagi mendaftar ke sekolah karena namanya sudah terdaftar di sekolah dekat rumah mereka.

“Kami menargetkan pada tahun depan, siswa tidak perlu lagi mendaftar sekolah. Karena namanya sudah terdaftar di sekolah yang ada di dekat rumahnya. Jika zonasi ini diterapkan, maka siapa yang masuk SMP tahun depan adalah anak yang duduk di kelas enam sekarang ini,” kata Muhadjir di Jakarta, Senin (10/12).

Ia mengatakan sistem zonasi merupakan puncak dari restorasi pendidikan yang dijalankan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sistem zonasi ini, kata Muhadjir, mengutamakan kedekatan jarak domisili peserta didik dengan sekolah

“Untuk itu, dukungan dari pemerintah daerah sangat dibutuhkan, terutama terkait dengan penyediaan data kependudukan untuk pendataan peserta program Kartu Indonesia Pintar (KIP),” tuturnya.


Sistem zonasi tidak hanya mendekatkan lingkungan sekolah dengan peserta didik, namun juga mencegah penumpukan guru berkualitas di suatu sekolah, menghilangkan ekslusivitas, dan mengintegrasikan pendidikan formal dan nonformal.

“Ke depan, pemerintah akan menggunakan data dalam sistem zonasi sebagai acuan pemberian berbagai bantuan, juga mengalokasikan anggaran untuk kesejahteraan guru, dan peningkatan pelatihan guru,” ujarnya.

Saat ini, kata Muhadjir, sudah ada sekitar 2.570 zonasi dan berharap selanjutnya bisa meningkat menjadi 5.000 zonasi. (Ant/SU05)

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Nikmat Allah Jangan Dustakan

Kenapa anak itu bahagia? Karena dia tahu berterimakasih dan menghargai hadiah yang didapatnya.

4 KOMENTAR

  1. Itu bgus krn klau sistemnya tdak ribet proses nya juga baik.kalau ngomong kwalitas kuta ini manusia ya di benahi la.saya dukung untuk ngomong indonesia maju

  2. Gombal amoh, itu hanya retorika aja, nyatanya tetep kembali ke sistem peringkat danem. Guru2nya tak sanggup mengajar anak2 yg kurang pandai. Coba dicek sampai ke bawah kab/kota saat pendaftaran Pak, zonasi benar atau tidak?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Waktu Pengambilan “Token” PPDB SMP di Denpasar Diperpanjang

DENPASAR, SERUJI.CO.ID - Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora)...

Legislator: Penerapan Sistem Zonasi PPDB Seharusnya Bertahap

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat...

Disdikbud Tingkatkan Pengawasan PPDB di Cianjur

CIANJUR, SERUJI.CO.ID - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Cianjur, Jawa...

Wagub Banten Minta Disdikbud Pastikan Tidak Ada Kendala Dalam PPDB 2019

SERANG, SERUJI.CO.ID - Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy meminta...

Minta Kasus Kivlan Zen Diselesaikan Secara Hukum, Begini Penjelasan Ryamizard

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menegaskan kasus hukum yang menimpa mantan Kepala Staf Kostrad (Kaskostrad) Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen harus diselesaikan secara prosedur hukum.

Puji Ketua MK Anwar Usman, Sandiaga: Pernyataannya Sangat Menggetarkan Hati

Menurut Sandiaga apa yang disampaikan Anwar Usman dinilainya bijak dan sangat menggetarkan hati.

TERPOPULER