Menristekdikti: Universitas Asing Tidak Lemahkan PTS

SOLO, SERUJI.CO.ID –¬†Perguruan tinggi asing yang akan berdiri di Indonesia tidak akan melemahkan perguruan tinggi swasta (PTS) karena keduanya memiliki segmen yang berbeda, kata Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir.

Nasir menegaskan perguruan tinggi asing tidak mengganggu PTS, bahkan bisa terjadi kolaborasi antara universitas asing dengan perguruan tinggi di Inonesia.

“Apakah perguruan tinggi asing akan mematikan PTS? Saya rasa tidak,” kata Nasir kepada wartawan sebelum berdialog dengan para pimpinan PTS di Solo dan sekitarnya yang berlangsung di kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di Solo, Sabtu (24/2).

Dia mengatakan masuknya perguruan tinggi asing ke Indonesia tidak bisa dihindari karena dalam era teknologi informasi sekarang ini sebab arus barang dan jasa, termasuk jasa pendidikan, bisa masuk dengan bebas.

Nasir menyebutkan sejumlah universitas di Amerika Serikat, Inggris, dan Australia sudah menyatakan ingin masuk ke Indonesia.

Dia mengatakan masuknya perguruan tinggi asing bisa menguntungkan secara ekonomi karena bisa mengurangi jumlah mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri.

Menurut dia, jumlah mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri bisa mencapai puluhan ribu, bahkan di Australia saja berjumlah 24 ribu.

Dia mengatakan kuliah keluar negeri berarti ada aliran uang dari Indonesia ke luar negeri, baik untuk biaya pendidikan maupun biaya hidup yang jumlahnya sangat besar.

Jika mahasiswa Indonesia kuliah perguruan tinggi asing di Indonesia maka ada sebagian biaya yang tetap berada di Indonesia, yakni biaya hidup mahasiswa selama kuliah, katanya.

Dia mengatakan biaya pendidikan perguruan tinggi swasta di Indonesia paling besar Rp10 jutaan per semester bahkan ada yang Rp5 juta per semester dan jumlah ini tidak sebanding dengan biaya pendidikan asing yang bisa berjumlah 9.500 dolar Amerika, bahkan di Inggris bisa 8.000 pound sterling.

“Ibaratnya mobil. Mobil mewah tidak akan menggusur mobil Avanza. Apakah Mercy akan mendesak Avanza. Tidak. Ada segmen tersendiri,” katanya menegaskan.

Untuk itu, Nasir akan mendorong PTS berkolaborasi dengan perguruan tinggi asing sehingga PTS juga akan bisa berkelas dunia.

“Jika UMS berkolaborasi dengan perguruan tinggi asing, maka lima tahun berikutnya bisa menjadi kelas dunia. Mahasiswanya dari mana-mana, bahkan mahasiswa asing akan kuliah di UMS,” katanya. (Ant/SU05)

ARTIKEL TERBARU

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER