Andik Vermansah akan Berlatih di Persebaya

JAKARTA – Apa kabar Andik Vermansah? Andik memang terpaksa harus absen dalam kegiatan menggocek si kulit bundar. Pasalnya, ia harus menjalani terapi untuk pemulihan cederanya.

Cedera yang dialami Andik terjadi saat  memperkuat Timnas Indonesia di laga leg pertama final Piala AFF 2016 melawan Thailand tahun lalu. Kini, perlahan Andik Vermansah mulai pulih.

Untuk menjalani masa pemulihan itu, Andik berencana akan berlatih dengan mantan klubnya, Persebaya. Persebaya pun membuka diri dengan kehadiran pemain mungil nan lincah ini.

“Direncanakan Andik Vermansah akan berlatih dengan Persebaya. Ya, mungkin belum bisa latihan full. Dia bisa ikut pemanasan, latihan passing. Yang penting dia  tidak berbenturan dengan pemain lain,” kata Asep Aziz, fisioterapis yang menangani cedera Andik, Minggu (26/2).

Kondisi Andik kini sudah mencapai 80 persen untuk pemulihannya. Diharapkan, pemain sayap  Selangor FA ini mulai merumput dalam beberapa pekan ke depan.

“Dia sudah berlatih dengan bola  dan stabilisasi. Kami sedang berusaha menghilangkan traumanya. Kondisinya sudah 80 persen,” ungkap Asep Aziz.  Menurut mantan fisioterapis Timnas Indonesia senior dan Timnas Indonesia U-19, karena Andik Vermansah memiliki akselerasi tinggi, maka dia melatih kelincahan dan kecepatannya.

Andik menjalani operasi bulan Januari 2017. Dengan demikian, sudah berjalan 6 minggu pemulihan. Fisioterapis  hanya membantu menguatkan otot saja.

Selama ini Selangor FA memang tidak memasukkan nama Andik Vermansah sebagai players list untuk putaran pertama kompetisi Malaysia Super League (MSL) musim ini. Namun, klub ini akan segera memanggil Andik Vermansah setelah cederanya pulih dan tampil di putaran kedua.

EDITOR: Rizky

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Diserbu Penumpang, Tarif Kapal Pelni Kendari-Jakarta Hanya Rp529 Ribu

Kebetulan harga tiket kapal laut milik Pelni masih relatif murah. Untuk penumpang dewasa dari Kendari hingga Tanjung Priuk, Jakarta Utara hanya dibanderol Rp529 ribu, termasuk tiket kapal super ekspres Jetliner Kendari-Baubau hanya Rp100 ribu perpenumpang.

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.