Masalah Ketergantungan Pada Obat Penenang

Wanita, Menikah, Pekanbaru (8 September 2017)

Assalamualaikum wr. wb

Langsung saja ke pertanyaan yang ingin saya tanyakan :

Saya memiliki adik dan kakak kandung yang mengalami ketergantungan pada obat-obat penenang, dimana obat-obatan ini sebenarnya rekomendasi dari salah satu psikiater di Medan. Obat ini diberikan karena mereka pernah hilang kesadaran seperti mengamuk, meracau tidak jelas, hingga dirawat beberapa malam di RSJ Harmoni Medan.

Sepulang dari RSJ mereka jadi ketergantungan dengan obat tersebut sehingga kalau tidak minum obat mereka jadi susah tidur, sakit kepala, dll.

Bagaimana cara melepaskan diri dari ketergantungan obat tersebut dok?

Boleh saya direkomendasikan psikolog sekitar area Pekanbaru untuk berkonsultasi lebih lanjut karena masalah hilang kesadaran adik dan kakak saya ini sebenarnya terkait dengan banyak hal disekitar kondisi keluarga saya yang rasanya terlalu panjang jika saya ceritakan lewat email.

Sebelumnya terima kasih atas bantuannya, semoga kita semua diberi kesehatan lahir dan batin.

Wassalamualaikum



Dijawab oleh:
dr. Darisman Muis, Sp KJ, spesialis Kejiwaan


Walaikumsalam wr. wb

Terima kasih, pertanyaan yg baik sekali, dan banyak pasien yang juga mengalami seperti yang saudara ibu alami.

Sebaiknya obat diteruskan dulu, nanti psikiater akan menurunkan dosisnya secara bertahap, karena obat psikotropik tidak boleh diberhentikan mendadak, harus sesuai petunjuk dari psikiater yang merawat.

Yang dialami saudara ibu tersebut bukan ketergantungan obat, tapi merupakan kebutuhan yang sesuai dengan jenis penyakit dan keluhannya.

Untuk psikolog/psikiater silahkan berkunjung ke RSJ Tampan, Pekanbaru, ada lengkap disana. Di RSJ Tampan, Pekanbaru, juga bisa melayani pasien BPJS dan Jamkesda.

Semoga jawaban ini dapat membantu dan keluarga ibu cepat sembuh dan bisa beraktifitas dengan baik kembali.

Wassalam


Bagi pembaca SERUJI yang ingin konsultasi ke “Dokter SERUJI Menjawab” silahkan menuju ke sini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

TERPOPULER