Kewajiban Taat Kepada Sang Ayah


Sy. Ibnu Umar RA mengungkapkan bahwa ia dulu mempunyai seorang istri yang sangat dicintainya. Namun, karena ayahnya (Sy. Umar bin Khaththab RA) tidak menyukainya, lalu menyuruhnya menceraikannya. Kemudian Sy. Ibnu Umar menghadap Rasulullah SAW dan menceritakan hal tersebut kepada beliau SAW.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Wahai Abdullah, ceraikanlah istrimu.” (HR. At-Tirmidzi dan Abu Dawud).

Ketaatan seseorang itu tidak hanya diwajibkan kepada ibunya, namun terhadap sang ayah pun tetap diperintahkan oleh syariat. Bahkan apa yang dikisahkan oleh Sy. Ibnu Umar sebagai pengalaman pribadi beliau, dapat dijadikan pelajaran penting bagi umat Islam.

Cinta terhadap istri pilihan sendiri, justru dapat dikalahkan oleh kewajiban mentaati perintah ayahnya, sehingga Sy. Ibnu Umar harus rela menceraikan istri yang dicintainya tersebut demi memenuhi perintah sang ayah.

Sekalipun seorang ayah itu tidak ikut melahirkan dan menyusui, namun ayah tetap saja mempunyai hak terhadap anak-anaknya yang harus dipenuhi oleh mereka.

Sy. Rafi’ ibnu Sinan RA memberitahukan bahwa ia masuk Islam sedangkan istrinya belum mau memeluk Islam. Lalu istrinya mengatakan kepada Nabi S.A.W, “Ini anak perempuanku.”

Sy. Rafi’ juga mengatakan pengakuan yang sama.

Maka Rasulullah SAW bersabda kepada Rafi’, “Duduklah engkau di sana.”

Lantas kepada istri Rafi’ Rasulullah SAW mengatakan, “Dan engkau duduklah di tempat yang lain.”

Lalu Nabi SAW mendudukkan anak perempuan itu di antara keduanya. Lantas beliau SAW bersabda kepada Sy, Rafi’ dan istrinya, “Panggilah dia oleh kalian berdua.”

Setelah Rafi’ dan istrinya sama-sama memanggil anak mereka, maka anak perempuan itu cenderung kepada ibunya. Lalu Rasulullah SAW berdoa, “Wahai Allah, berilah dia petunjuk.”
Seketika anak perempuan itu berubah menjadi cenderung kepada ayahnya dan Rafi’ segera membawanya pergi.” (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i).

Riwayat ini menunjukkan betapa besar nilai hak ayah terhadap anak-anaknya, hingga Rasulullah SAW ikut mendoakan agar putrinya Sy. Rafi’ ikut ayahnya yang sudah masuk Islam, dan secara otomatis akan merawatnya secara islami.

Dua riwayat hadits ini sudah cukup untuk menjadi dasar bahwa ketaatan seorang anak kepada ayahnya itu termasuk perintah syariat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close