Kapolres Bojonegoro Ajari Anggota Salat yang Benar

BOJONEGORO – Tak hanya urusan menjaga keamanan dan ketertiban yang dilakoni oleh Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro dan anggotanya. Di sela-sela kesibukannya, kapolres menyempatkan diri untuk mengajarkan hal yang positif kepada para anggota kepolisian.

“Mengapa saya ajak untuk memperbaiki salat, karena jangan sampai asal salat, asal rukuk, asal sujud. Tentu yang asal-asalan itu percuma. Tidak akan diterima salat kita apabila tidak sesuai dengan syariat Islam, juga ajaran Rasulullah SAW,” jelasnya.

Kegiatan yang diajarkan adalah melakukan salat yang sesuai dengan syariat Islam. Bahkan, kapolres langsung mengajarkan dan mempraktikkan sendiri mengenai salat yang benar. Baik saat rukuk, sujud, takbir, dan gerakan-gerakan salat lainnya.

Praktik salat yang benar ini dilakukan di hadapan puluhan anggotanya di dalam masjid mapolres, Senin (27/2). Selain itu, setiap hari kapolres juga mengajak anggotanya melakukan kegiatan kerohanian di masjid setempat. Mulai yasinan, salawatan, pengajian, hingga bimbingan rohani.

Kapolres mengaku, kegiatan praktik salat itu baru pertama kali dilakukan. Hal itu berawal dari para anggota polres yang cara salatnya kurang benar. Mulai rukuk yang salah, sujud yang kurang sempurna. “Anggota kami menyadari dan merespon dengan baik, alhamdulillah,” paparnya.

Wahyu Sri Bintoro menjelaskan, orang yang biasa salat dengan khusyu dan benar dijamin akan hidup bahagia. Menurutnya, umat muslim tidak hanya diperintahkan untuk mengerjakan salat, tetapi juga menegakkan salat. “Salat bukan segala-galanya, tapi segala-galanya berawal dari salat”

Menurut Wahyu, salat itu adalah tiang agama. “Maka barang siapa yang mendirikan salat sungguh ia telah mendirikan agama (Islam),” sambungnya.

Salah satu anggota Polres Bojonegoro, Basuki, mengaku senang mendapat ilmu tata cara salat dan praktik langsung dari kepalanya. “Dari dulu sampai sekarang baru kali ini ada kapolres yang memberi pengarahan tata cara salat yang benar,” ucap pria yang bertugas di satuan intel itu.

EDITOR: RIzky

 

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.