close

Aa Gym: Tidak Siap Hadapi Kenyataan, Penyebab Orang Tidak Bahagia dalam Hidup

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Dai kondang asal Jawa Barat, KH Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym memberikan pandangan dan nasehatnya terkait kesiapan menghadapi kenyataan.

Lewat akun twitternya yang telah terverifikasi dengan alamat @Aagym, Aa Gym menyebutkan penyebab orang tidak bahagia dalam hidupnya.

“Salah satu sebab kita tidak bahagia dalam hidup adalah karena ketidaksiapan menghadapi kenyataan, padahal ketetapan Alloh pasti baik,” tulis ulama kondang yang dikenal dengan ceramahnya yang sejuk, Sabtu (27/4) dini hari.

Disampaikan Aa Gym, dalam menghadapi kenyataan yang merupakan ketetapan Allah, yang paling penting dilakukan adalah bersikap ridho pada setiap ketetapan Allah.


Aa Gym juga menyertakan di twitnya sebuah gambar berisi firma Allah SWT dalam Quran Surah Al-Baqarah 2:216, yang diberi judul ‘Ridho dengan Ketentuan Allah’.

…Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Alloh mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Tidak jelas, ditujukan pada siapa atau peristiwa apa yang menyebabkan Aa Gym menulis nasehat tersebut di akun twitternya.

Pantauan SERUJI, Sabtu (27/4) pukul 23.35 WIB, twit Aa Gym tersebut telah di retweet sebanyak 1.349 kali, dan di-like oleh 3.992 akun.

Wargnet menanggapi beragam nasihat dari Aa Gym, yang dari pantauan SERUJI sebanyak 463 komentar membanjiri twit Aa Gym tersebut.

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Puasa: Detoksifikasi Dalam Kehidupan Bergelimang Racun

Penelitian juga menunjukkan bahwa pada saat puasa kadar DDT didapatkan meningkat dalam feses, urin dan keringat mereka yang sedang berpuasa. Ini lah salah satu manfaat utama puasa dalam bidang kesehatan, detoksifikasi, purifikasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Media di Tengah Masyarakat Yang Terjangkit Post Truth

Bagi media, Post Truth itu sesungguhnya sangat menguntungkan. Karena di tengah masyarakat yang terjangkiti Post Truth mereka tidak sedang mencari kebenaran, tapi kesukaan.

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Renungan Hari Tenang: Dari Indonesia Pusaka Hingga Tuhan Survei

Dan memang itulah tujuan tertinggi dari ritual pemilu. Kompetisi, adu gagasan, demonstrasi kepentingan, itu semua semacam gerak senam dan angkat beban dalam gymnasium.

Tidak Terjadi Kebakaran di Gedung Bawaslu RI

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Badan Pengawas Pemilu Abhan mengonfirmasi tidak...

188 Korban Aksi 22 Mei Dirawat di RS Budi Kemuliaan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Rumah Sakit Budi Kemuliaan di Jakarta...

Kronologis Penyerangan Aparat Terhadap Tim Medis Dompet Dhuafa

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Tim Medis Dompet Dhuafa mengalami perlakuan...

Usai Kericuhan, Kapolda Metro Jaya Pastikan Jakarta Tetap Kondusif

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot...

Kerusuhan Pascapengumuman Pilpres, Ganjar Pranowo Sebut Ada Provokator

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyebut...

Jenazah Ustadz Arifin Dishalatkan di Masjid Al-Munawar Malaysia

KUALA LUMPUR, SERUJI.CO.ID - Jenazah pendakwah dan Pimpinan Majelis...

TERPOPULER

Polisi Curiga Massa Yang Rusuh Malam Hari di Bawaslu, Bukan Massa Aksi Damai Sebelumnya

Menurut Kapolres massa aksi yang dibubarkan tidak berperangai sama dengan massa yang sejak sore berdemo. Massa aksi pendemo di depan Gedung Bawaslu sempat membubarkan diri dengan tertib sekira pukul 20.30 WIB.

Polisi Bersama Ulama FPI Halau Massa Perusuh Yang Terbukti dari Luar Petamburan

"Perusuh ini bukan dari Jakarta dan bukan dari Petamburan, dari pagi tadi kami bersama tokoh-tokoh FPI, juga kami dibantu para ulama untuk menghalau mereka," kata Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Hariyadi

Personel TNI Berbagi Makanan Berbuka Puasa dengan Peserta Aksi di Bawaslu

Aksi simpatik itu menuai simpati dari para peserta aksi. "Masya Allah, hidup TNI," ujar seorang peserta aksi seraya tersenyum haru.

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Tentang Korupsi Sektor Publik