Ustadz Somad: Umat Islam Harus Andil Menentukan Kepemimpinan


MEDAN, SERUJI.CO.ID – Ustadz Abdul Somad melakukan safari dakwah ke Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, Rabu (14/3). Ustadz jebolan Al Azhar Mesir itu membahas soal syarat kepemimpinan dalam Islam.

“Pemimpin haruslah Islam agar peduli terhadap generasi Islam. Kalau tak Islam, bagaimana pula mau peduli terhadap generasi Islam. Dan Islam wajib punya kekuasaan agar mampu menjadi pemimpin,” kata ustadz Somad saat memberi tausyiah di Pondok Pesantren Musthafawiyah.

Kemudian, syarat kedua, kata ustadz Abdul Somad, pemimpin harus sederhana. Tidak bermewahan walau memiliki harta banyak.

“Hartanya lebih suka disumbang buat masjid dan anak yatim serta janda tua,” kata ustadz kelahiran Asahan tersebut.

Dengan ciri khasnya, ustadz Somad melanjutkan isi ceramahnya.

“Kemudian yang ketiga, syarat kepemimpinan dalam Islam yakni punya pengetahuan. Punya kepedulian terhadap masjid karena sesungguhnya masjid juga adalah ujung tombak pengetahuan Islam,” jelasnya.

Kemudian, pemimpin itu harus adil. Kalau sudah adil, rakyat makmur. “Makanya dalam pembukaan UUD kita ada kata adil dulu baru diikuti kata makmur,” imbuhnya.

Dalam tahun politik seperti saat ini, ustad Somad mengimbau ummat Islam harus andil dan ambil bagian dalam menentukan kepemimpinan.

“Bapak Ibu Saudara ku sekalian. Mencoblos di bilik suara bukan sekadar mencucuk gambar calon pemimpin yang akan kita pilih. Tapi kita sudah bersaksi bahwa yang kita pilih itu adalah orang-orang yang mampu memperjuangkan Islam,” katanya.

Usai tausyiah di Ponpes Musthafawiyah, ustadz Somad melanjutkan safari dakwah untuk peringatan hari jadi ke-19 Pemkab Madina.

Peringatan dihelat di Komplek Pertapakan Kantor Bupati Madina Paya Loting. Setelah itu, rombongan ustadz Somad melanjutkan Tausyiah ke Kecamatan Siabu Madina dan bertolak ke Kota Padangsidimpuan mengisi tabligh akbar di Masjid Al Abrar pada malam harinya. (Mica/Hrn)

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Buruh, Rumah dan Kejahatan Negara

Kementerian kesehatan merilis 6771 KK buang air besar sembarangan di Bekasi. Menjijikkan tentunya. Namun, disebelah kota Bekasi, Kerawang, Luhut Binsar Pandjaitan telah melakukan "topping off" perumahan dan kawasan bisnis Meikarta, dengan nilai projek 20 miliar dolar AS, atau sekitar Rp300 Triliun

Reuni 212, Aksi Yang Berat Terasa Ringan

Aksi reuni 212 tahun 2018 ini bukan hanya dihadiri oleh kaum muslimin, tapi juga oleh pemuka lintas agama. Sebuah spirit yang sangat besar pengaruhnya untuk perubahan bangsa ke depan. Ini sebuah bukti lagi, bahwa umat islam bukan pecundang. Umat Islam bukan teroris pemecah belah bangsa, umat islam bukan anti kebhinnekaan .....

3 Kunci Sukses Pasarkan Properti Saat Wabah Covid-19

Webinar ini sendiri sengaja diadakan oleh Lamudi untuk membantu para pangembang properti memasarkan produk mereka agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal di tengah pandemi corona.

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

close