Berniat Golput dalam Pilpres 2019? Simak Dulu Pendapat KH Hasan Abdullah Sahal

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Anggota Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Hasan Abdullah Sahal mengatakan tidak menggunakan hak pilih atau menjadi golongan putih (golput) dalam pemilu bisa tergolong sikap masa bodoh atau apatis.

“Kepimpinan tidak bisa ditinggalkan, makanya jangan Golput. Golput artinya cuek, tidak dibenarkan, apatis,” kata KH Hasan di Gedung MUI Pusat, Jakarta, Rabu (13/2).

Menurut KH Hasan, Islam mengajarkan hidup agar bertanggung jawab. Dengan golput artinya apatis dan tidak peduli dengan perkembangan di sekitarnya.

Golput Hanya Akan Hasilkan Penyesalan dan Kekecewaan

anti golput (ilustrasi)


Praktik golput, kata pimpinan Ponpes Gontor in, tidak akan menghasilkan apa-apa kecuali penyesalan dan kekecewaan. Maka dari itu, ia mengajak masyarakat, khususnya umat Islam, untuk menggunakan hak pilihnya di ajang Pemilu 2019.

KH Hasan mengatakan pemilu bukan sekadar pesta demokrasi tetapi perhelatan amanat kepimimpinan umat.

“Jangan sampai kita golput karena rugi dan merugikan… Semua agar ikut berpartisipasi,” ujarnya.

KH Hasan Sahal: Perbedaan Pilihan dalam Pemilu Jangan Rusak Persaudaraan

pemilu
Pemilu (ilustrasi)

Terkait adanya perbedaan pilihan, Hasan mengajak setiap pihak bersikap dewasa dan tidak mudah terprovokasi. Jangan sampai ajang lima tahunan justru merusak persaudaraan yang waktunya bisa sepanjang hidup.

“Kita melihat Pemilu jangan berpikir hanya untuk lima tahun ke depan. Identitas bangsa dan kebangsaan, keumatan, kenegaraan untuk selamanya sehingga Indonesia merdeka dan martabat,” tegasnya.

KH Didin Hafidhuddin: Hadist Nabi Sebagai Rujukan Memilih Pemimpin

Prof Dr. KH Didin Hafidhuddin.

Terpisah, Wakil Ketua Wantim MUI Didin Hafidhuddin mengatakan umat Islam agar menjadikan hadits nabi sebagai rujukan dalam memilih pemimpin.

“Kita berharap bahwa yang menjadi pegangan dari memilih pilpres ini adalah sebuah hadist nabi, yang menyatakan barang siapa yang tidak punya kepedulian kepada persoalan persoalan umat Islam, maka mereka bukan dari kaum muslimin,” katanya.

KH Didin juga berharap tokoh politik, ulama dan tokoh ormas agar dapat menahan diri tidak mengeluarkan pernyataan yang dapat memicu perselisihan.

“Wantim merasa prihatin terhadap kondisi kebangsaan dan keumatan yang cenderung ada fenomena dan gejala perpecahan. Kita berharap perbedaan tidak menimbulkan pertentangan keumatan bangsa,” katanya.

KONSULTASI

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.
Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Ibu Muda Ini Sudah Harus Cuci Darah, Inilah Penyebabnya

Usia masih muda, tapi wanita ini sudah harus menjalani cuci darah rutin. Apa penyebabnya? simak penjelasan dr. Irsyal Rusad., dokter spesialis penyakit dalam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Baca Juga

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.

Katakanlah dengan Meme: Genre Baru Komunikasi Politik

Meme politik, bagaimana pengaruhnya dalam perpolitikan terkini

Survei LSI: Kembali Diprediksi Tak Lolos ke Senayan, Inilah Elektabilitas PSI

PSI tetap diperkirakan tidak lolos ke Senayan.

Apa Untungnya Bagi Ummat Islam Jika Partai-Partai Islam Terpuruk?

SERUJI.CO.ID - Pilpres dan Pileg yang diadakan serentak pada...

Survei LSI: 4 Partai Islam Ini Berebut Keluar dari Parliamentary Threshold

Memprihatinkan, dari 5 partai Islam hanya 1 yang diprediksi lolos PT dalam Pemilus 2019.

Katakanlah dengan Meme: Genre Baru Komunikasi Politik

Meme politik, bagaimana pengaruhnya dalam perpolitikan terkini

Survei LSI: Walau Naik 2,1 Persen, Elektabilitas Demokrat Masih di Urutan Buncit dari 5 Partai Besar

Demokrat masih belum beranjak dari posisi paling buncit dari 5 partai besar di Indonesia.

Survei LSI: Elektabilitas Gerindra Makin Cemerlang, Pepet PDI Perjuangan

Partai besutan capres Prabowo Subianto makin cemerlang menuju hari pencoblosan 17 April. Simak elektabilitasnya..

Survei LSI: Kembali Diprediksi Tak Lolos ke Senayan, Inilah Elektabilitas PSI

PSI tetap diperkirakan tidak lolos ke Senayan.

Survei LSI: 4 Partai Islam Ini Berebut Keluar dari Parliamentary Threshold

Memprihatinkan, dari 5 partai Islam hanya 1 yang diprediksi lolos PT dalam Pemilus 2019.

Survei LSI: Walau Naik 2,1 Persen, Elektabilitas Demokrat Masih di Urutan Buncit dari 5 Partai Besar

Demokrat masih belum beranjak dari posisi paling buncit dari 5 partai besar di Indonesia.

Survei LSI: Elektabilitas Gerindra Makin Cemerlang, Pepet PDI Perjuangan

Partai besutan capres Prabowo Subianto makin cemerlang menuju hari pencoblosan 17 April. Simak elektabilitasnya..

TERPOPULER

Pengamat Nilai Panggung Debat Kedua Milik Jokowi, Begini Alasannya

Pengamat menilai panggung debat kedua milik Jokowi. Benarkah?

Kasasi Ditolak MA, Akhirnya HTI Resmi Dilarang Berkegiatan di Indonesia

Final, HTI tidak boleh lagi beraktifitas di Indonesia...

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.

Prihatin Kondisi Ekonomi Saat ini, Gerindra Akan All Out Menangkan Prabowo

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Kalimantan Barat (Kalbar) menyatakan, kesiapannya untuk all out memenangkan Prabowo.