Baznas Kota Madiun Beri Modal 678 Warga

MADIUN – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Madiun memberikan sejumlah bantuan alat kerja dan modal usaha nongerobak dan etalase kepada 34 warga di tiga kecamatan se-Kota Madiun. Pentasyarufan bantuan program Bina Usaha Dhuafa Mandiri (Bisafari) dilaksanakan di ruang 13 Balaikota Madiun, Rabu (1/3).

Salah seorang penerima bantuan, Santoso, warga Kecamatan Taman, mengaku senang dengan pemberian bantuan modal usaha dan alat kerja dari Baznas Kota Madiun. Rencananya, bantuan tersebut akan digunakan untuk tambahan modal usahanya, sebagai penjual sate dan gulai kambing.

Wakil Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto menyatakan, Bisafari merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan Baznas Kota Madiun. Hal ini bertujuan agar masyarakat bisa mandiri dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari. Wawali yang juga ketua pembina Baznas Kota Madiun ini berpesan agar bantuan yang diberikan Baznas tidak dijual.

“Kami ingin meringankan beban mereka. Bantuan ini berasal dari muzakki. Oleh karena itu, saya berpesan agar bantuan ini dimanfaatkan secara optimal. Sedangkan bantuan modal usaha tidak digunakan untuk keperluan yang konsumtif. Jadi ini untuk mendukung kegiatan usaha-usaha mereka,” katanya.

Rismiyanto menyatakan, bantuan alat kerja dan modal usaha tahap I diberikan kepada 34 warga. Tahun ini, Baznas berencana akan memberikan bantuan kepada 112 masyarakat se-Kota Madiun. Dikatakan wawali, secara keseluruhan sejak tahun 2011 hingga akhir Desember 2016, Baznas Kota Madiun telah memberikan bantuan kepada 678 warga. Bantuan yang diberikan berupa mesin jahit, sepeda angin, kursi, dan sejumlah keperluan peralatan dapur.

EDITOR: Rizky

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Kalimantan, Tumpuan Indonesia ke Depan

Kalau ada orang orang memandang remeh Kalimantan, saya pastikan yang bersangkutan kurang banyak piknik di dalam negeri

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

TERPOPULER