BMW Indonesia Tidak Khawatir Adanya Kebijakan Pembatasan Impor Mobil Mewah


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – BMW Group Indonesia menyatakan tidak khawatir dengan adanya kebijakan pengendalian impor mobil mewah yang diberlakukan pemerintah. Pasalnya, merek mobil asal Jerman itu telah berinvestasi dan memiliki fasilitas perakitan di Indonesia sehingga tidak mengandalkan pasokan impor.

Vice President Corporate Communications BMW Group Indonesia, Jodie O’tania, mengatakan bahwa sebesar 80 persen penjualan BMW berasal dari model-model yang memang sudah dirakit di Indonesia, antara lain BMW X1, X3, X5, Seri 3, Seri 7, dan Seri 5.

Jumlah itu bertambah dengan hadirnya dua varian Mini Cooper Countryman rakitan Indonesia. Sebelumnya, model mobil ikonik itu didatangkan dari Born, Belanda.

“Soal pembatasan impor, pertama BMW sudah memulai perakitan sejak lama. Pada 2012 kami juga berinvestasi yang akhirnya bisa merakit semua kendaraan favorit di Indonesia, ada 6 model,” kata Jodie O’tania di Sunter, Jakarta Utara, Kamis (6/9).

“80 persen yang dijual di Indoensia merupakan rakitan lokal,” katanya.

Baca juga: BMW Tarik Sejuta Mobilnya di Amerika Utara

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan pengendalian impor mobil mewah guna menjaga kekuatan fundamental ekonomi Indonesia. Adapun kendaraan yang terdampak langsung adalah mobil bermesin di atas 3.000cc.

Menanggapi hal itu, Jodie mengatakan bahwa BMW memiliki strategi pada mesin yang efficient dynamics, yakni menawarkan performa bertenaga tinggi dengan konsumsi bahan bakar yang efisien dari mesin-mesin di bawah 3.000 cc.

Adapun salah satu mobil berkapasitas mesin di atas 3.000cc dari BMW adalah model M5 yang penjualannya tidak sebanyak model-model yang dirakit di Indonesia.

“Yang lebih dari 3.000cc adalah BMW M5…Ini untuk model khusus yang penjualannya juga hanya tertentu, tidak sebanyak model lainnya,” pungkasnya. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

“Duit Ostrali”

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close