🤜 #8 — Interceptor-MR | MARSS Group (Inggris/Monaco) 🇬🇧
Si Pembanting: Drone yang Membunuh Tanpa Bahan Peledak, 90% Hit-Rate Otonom
Konsep paling radikal dalam daftar ini adalah milik MARSS Interceptor-MR: ia tidak membawa bahan peledak sama sekali. Tidak ada warhead, tidak ada roket. Hanya kecepatan, AI, dan titanium.
Interseptor ini membunuh drone musuh dengan cara yang paling primitif sekaligus paling canggih: menabraknya pada kecepatan tinggi.
Motor dimatikan sesaat sebelum benturan agar baling-baling tidak rusak, lalu dinyalakan kembali setelah impact sehingga unit bisa kembali ke base untuk diisi ulang dan digunakan kembali.
Dikembangkan oleh MARSS Group — perusahaan yang berasal dari industri keamanan superyacht di Monaco lalu berkembang menjadi spesialis AI defense — Interceptor-MR adalah bukti bahwa prinsip desain paling tidak konvensional kadang menghasilkan solusi paling elegan.
| Parameter | Spesifikasi Interceptor-MR |
|---|---|
| Produsen | MARSS Group; produksi Bristol, UK dan Riyadh, Saudi Arabia |
| Tipe | Hybrid fixed-wing/quadcopter; ducted fan rotors |
| Berat | ~8 kg (carbon fiber/polymer/titanium); 800 mm panjang; 900 mm wingspan |
| Kecepatan Maks. | 80 m/s (288 km/jam) |
| Jangkauan | >5 km |
| Ketinggian | Hingga 2.000 meter |
| Manuver | Hingga 4G; agility “dogfight” |
| Warhead | TIDAK ADA — kinetic kill via ram; nose titanium-reinforced |
| AI System | NiDAR Core / NiDAR EDGE; IR imaging nose; 90% autonomous hit-rate |
| Multimisi | 3 Class-I UAV per flight ATAU 1 Class-II; kembali ke base; opsional payload 1 kg EW |
| Reusable | Ya — kembali otomatis atau parachute recovery |
| Launcher | Vertical smart launcher box; 1 launcher = hingga 12 Interceptors |
| Harga | <$50.000 per unit (~1/5 harga misil VSHORAD) |
| Status | Evaluasi NATO (1 negara dikonfirmasi); produksi mulai 2026; DAMITA UAE |
Sistem AI NiDAR yang dikembangkan MARSS selama bertahun-tahun untuk keamanan maritim kini diintegrasikan sepenuhnya ke dalam Interceptor-MR: dalam mode otonom penuh, sistem mengklaim 90% probabilitas hit sukses berkat kemampuan AI untuk mengarahkan drone ke bagian bawah atau depan target — titik paling rentan secara struktural.

Fitur re-engagement memastikan bahwa jika miss terjadi, Interceptor dapat langsung melakukan serangan ulang tanpa perlu kembali ke base.
Kombinasi antara no explosive = zero collateral damage dan kemampuan multi-target per flight menjadikan Interceptor-MR pilihan ideal untuk pertahanan infrastruktur kritis di kawasan urban atau industri, di mana ledakan fragmentation warhead berisiko menimbulkan kerusakan sekunder. MARSS telah terintegrasi dalam DAMITA — sistem pertahanan udara pertama UAE yang sepenuhnya indigenus.
Kelebihan: Zero collateral damage (tanpa bahan peledak), reusable hingga 3 kill per flight, 90% hit-rate otonom diklaim, abort/wave-off penuh bahkan detik terakhir, cocok mutlak untuk area sipil/urban/industrial, payload 1 kg EW opsional untuk misi tidak langsung, produksi di UK dan Saudi Arabia.
Kekurangan: Belum terbukti dalam skala perang besar (uji NATO baru akan dilakukan), kecepatan 288 km/jam tidak mampu mengejar Shahed jet-powered (300–550 km/jam), ketinggian operasi hanya 2.000 meter paling rendah di daftar, harga <$50.000 lebih mahal dari semua interseptor Ukraina.
