Utang Rp8,4 Miliar Tak Kunjung Dibayar, RSUD Banjarbaru Tagih BPJS Kesehatan


BANJARBARU, SERUJI.CO.ID – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Idaman Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mendesak Badan Pengelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk segera membayar utang ke Rumah Sakit tersebut, sebesar Rp8,4 miliar.

“Kami mendesak BPJS-Kes untuk segera membayar hutang atas klaim pelayanan kesehatan yang masih belum dibayar karena menyulitkan kami memberikan pelayanan kepada pasien,” kata Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Idaman Banjarbaru M Firmansyah di Kota Banjarbaru, Senin (3/9).

Firmansyah mengatakan, utang sebesar Rp8,4 miliar itu merupakan pembayaran yang seharusnya sudah direalisasikan BPJS-Kes yakni klaim bulan Mei tahun 2018 yang nilainya mencapai Rp2,9 miliar.

Kemudian, klaim bulan Juni yang juga belum dibayar sebesar Rp5,5 miliar dan seharusnya sudah dibayar oleh BPJS terhitung tanggal 30 Agustus 2018 tapi masih belum ada kejelasan.

“Pembayaran klaim bulan Mei jatuh tempo pada 10 Agustus 2018 dan klaim bulan Juli seharusnya dibayar 30 Agustus tetapi hingga sekarang belum ada kejelasan,” ungkapnya.

Tunggakan utang itu membuat RSUD Banjarbaru mengalami kesulitan melayani pasien terutama obat-obatan yang tidak bisa disediakan dan pasien harus membeli sendiri.

“Kami tidak bisa menyediakan obat-obatan bagi pasien karena pabrik besar farmasi meminta pembelian obat tunai sehingga karena tidak ada obat, pasien harus beli obat sendiri,” jelasnya.

Selain tidak bisa membeli obat, manajemen RSUD juga tidak bisa membayar uang jasa pelayanan bagi dokter dan tenaga medis di rumah sakit milik Pemkot Banjarbaru itu.

“Uang jasa pelayanan belum dibayar tetapi seluruh dokter dan petugas medis tetap memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pasien yang datang dan berobat,” ujarnya.

Salah seorang pasien Anto mengaku, pihaknya merasakan susahnya untuk mendapatkan obat bagi anaknya yang sakit karena tidak adanya persediaan obat di rumah sakit itu.

“Saat anak saya sakit tiga hari yang lalu dan dibawa ke RSUD Idaman tidak ada obat sehingga saya harus mencari obat keluar padahal sudah menjelang tengah malam,” katanya.

Diharapkan, BPJS segera membayar hutang kepada RSUD Idaman sehingga apa yang dialaminya tidak dirasakan pasien lain saat berobat di rumah sakit tersebut. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

TERPOPULER

close