Pemerintah Tak Perlu Tambah Fakultas Kedokteran

0
133
dr Ramlan Sitompul SpTHT-KL

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Tokoh Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) dr Ramlan Sitompul SpTHT-KL meminta agar pemerintah tidak perlu lagi menambah jumlah Fakultas Kedokteran. Karena itu dikhawatirkan dapat menyebabkan ledakan pengangguran pada profesi dokter.

“Berdasarkan kebutuhan dokter dari data-data yang kita peroleh, sesungguhnya untuk dokter umum itu sudah melebihi. Bahkan saat ini jumlah dokter umum lebih dari 8000 an,” kata dr Ramlan Sitompul SpTHT-KL, di Medan, Senin (16/10).

Menurut Ramlan, persoalan yang dihadapi dunia kedokteran saat ini adalah kebutuhan untuk meningkatkan mutu dokter, bukannya menambah jumlah Fakultas Kedokteran yang ada. Oleh karena itu pencabutan moratorium Fakultas Kedokteran, seharusnya masih membutuhkan waktu yang lama.

Loading...

“Fakultas Kedokteran yang sudah ada, juga jangan terlalu banyak menerima mahasiswa kedokteran. Apalagi di Indonesia jumlah Fakultas Kedokteran ada 83 dari yang sudah memproduksi dokter sebanyak 75 fakultas. Jangan karena menguntungkan, pendidikan kedokteran itu dijadikan sebagai lahan bisnis,” pungkasnya.

Ramlan juga berharap, agar distribusi dokter dapat terlaksana secara merata. Sebab, untuk Indonesia wilayah Timur hingga saat ini masih sangat kekurangan tenaga kedokteran.

“Jadi teman-teman dokter kita harap jangan sungkan pergi ke Timur. Berkarirlah di sana untuk membantu masyarakat,” harapnya.

Selain itu, Ramlan meminta pemerintah hadir dalam menunjang peningkatan kualitas dokter. Misalnya melakukan pelatihan-pelatihan kepada para pendidik, melakukan pendampingan kepada mahasiswa kedokteran yang sulit lulus.

“Kemudian modul arah pendidikan kedokteran yang disepakati secara nasional. Lebih bagus di situ pemerintah bermain. Jadi harapannya, jangan la institusi pendidikan itu disusupi politik praktis,” pungkasnya. (Mica/Hrn)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU