Inilah Tanda-Tanda Harus Segera Panggil Ambulans Saat Dada Terasa Nyeri

SERUJI.CO.ID – Nyeri dada tidak semuanya karena penyakit jantung koroner. Gangguan paru, otot, sendi, dan gangguan pada sistem pencernaan dapat menyebabkan keluhan nyeri dada. Bahkan, sebagian besar keluhan nyeri dada bukanlah karena gangguan jantung, dan pasien yang dirawat ruang emergency dengan keluhan nyeri dada belum pasti penyebabnya karena serangan jantung.

Bagi seorang dokter, yang cukup memprihatinkan sebenarnya adalah bukan merawat seseorang di ruang emergency yang disangka mengalami serangan jantung, kemudian setelah difollow-up ternyata tidak demikian. Tapi, adalah seseorang yang mengalami nyeri dada karena serangan jantung, namun membiarkannya.

Pengalaman saya, banyak pasien yang seperti itu, salah seorang di antaranya adalah pasien di bawah ini.

Melalui telpon Saya sempat berdialog dengan pasien.


Pasien, seorang lelaki, usia 55 tahun, ceritanya sedang mengikuti rapat penting di Ibu kota Provinsi. Sekitar satu jam sebelumnya beliau mengeluh nyeri dada, beliau baru saja maju membawakan materi di depan peserta rapat. Saat menunggu waktu diskusi dan tanya-jawab itulah timbul nyeri dadanya.

“Sudah berapa lama Anda merasakan nyeri itu?” tanya saya.

“Cukup lama, Pak Irsyal,” jawabnya.

“Lebih dari 20 menit?” saya mencoba meyakinkan.

“Ya, sekitar itulah,” jawabnya lagi.

“Apakah nyeri itu menetap, atau hilang timbul?” tanya saya menggali.

“Kelihatannya tetap dokter,” ungkapnya

“Kalau Anda gerakan dada Anda, atau Anda tekan, apa tambah sakit?” tanya saya.

“Tidak dokter,” jawabnya.

“Ada gejala lain yang anda rasakan?” kembali saya bertanya.

“Saya mulai sedikit berkeringat dokter,” jawabnya.

“Kalau begitu Anda segera telepon ambulans dan harus segera dirawat di rumah sakit,” jawab saya tegas.

“Saya menunggu waktu diskusi sebentar lagi, tanggung,” dalih pasien.

Kemudian hubungan telpon kami terputus.

Saya tidak tahu persis apa yang terjadi pada beliau setelah saya berusaha membujuknya agar segera menghubungi rumah sakit.

Menurut cerita teman-teman yang ada di dekatnya, beliau masih tetap bertahan sampai acara diskusi selesai. Dan, setelah itu, cerita mereka lagi, pasien juga mengeluh mual, muntah, kelihatan pucat, bercucuran keringat, sesak nafas, seperti mau pingsan. Tidak lama setelah sampai di ruang gawat darurat pasien meninggal.

BACA JUGA:  Tips Membuat Nasi Goreng Sehat

Lalu, seperti sedikit saya singgung di atas, penyebab nyeri dada itu tidak hanya karena serangan jantung, tapi bila tanda dan gejala seperti yang dialami pasien di atas, yang sangat khas untuk serangan jantung –walaupun demikian, tidak semua serangan jantung juga dengan gejala yang lengkap dan khas seperti itu, bahkan tanpa rasa nyeri yang prominan pun bisa terjadi, maka, waktu dan pertolongan cepat dan tepat adalah sangat penting.

Inilah Beberapa Gejala Nyeri Dada Yang Haruskan Anda Segera Hubungi Ambulans

Ilustrasi.

Nah, Lebih jelas lagi, ‘Canadian Heart and Stroke Foundation’ memberikan rekomendasi bila Anda mengalami gejala seperti dibawah ini, maka Anda harus menghubungi ambulans segera:

  1. Nyeri dada Anda tidak menghilang dengan istirahat, atau berlangsung 20 menit atau lebih pada saat serangan –nyeri yang dikaitkan gangguan jantung adalah nyeri yang dirasakan sebagai rasa terbakar, diremas, diikat, rasa ditekan, dihimpit, atau ada beban berat. Setelah 20 menit kekurangan aliran darah ke otot jantung Anda, resiko kerusakan otot jantung anda meningkat.
  2. Nyeri dada menjalar ke lengan, leher, dagu, dan pundak belakang.
  3. Anda merasa sesak nafas, mual, muntah, berkeringat, pucat, atau Anda merasa seperti mau pingsan.

Jadi, bila Anda mengalami nyeri dada seperti diatas, harusnya Anda segera menghubungi ambulans atau rumah sakit, jangan di tunda-tunda.

Sekitar 75 % kematian akibat serangan jantung terjadi pada jam pertama serangan. Dan, bila Anda segera mendapatkan pertolongan yang tepat, menurut penelitian, kesempatan Anda tertolong mencapai 90%.

Artinya, dari 20 orang yang mengalami serangan jantung misalnya, maka lebih dari 18 orang akan selamat.

Editor:Hrn

BACA JUGA

Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

ARTIKEL TERBARU

Loading...

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Terpilih Sebagai Ketua Kadin Surabaya, Ali Affandi: Tantangan ke Depan Sangat Komplek

Menurut putra pertama Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattaliti ini, tantangan Surabaya kedepan sangat komplek. Terlebih JP Morgan mengatakan bahwa pada tahun 2020 akan terjadi krisis global. Untuk itu, katanya, Surabaya harus menguatkan diri dan membentengi para pengusaha agar tetap berdaya dan berjaya.

Tegaskan NasDem Tidak Minta-Minta Jatah Menteri, Paloh: Jika Diperlukan Boleh

"Kami tidak pernah minta-minta menteri, tergantung presiden saja; diperlukan NasBem boleh, tidak diperlukan juga tidak apa-apa," kata Paloh

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Kongres V PDIP: Dihadapan Pimpinan Parpol, Mega Isyaratkan Puan Harus Jadi Ketua DPR RI

Mega mengisyaratkan kursi Ketua DPR RI akan diduduki oleh putrinya yang kini menjabat Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Soal Impor Rektor, KSP: Yang Dimaksud Adalah Berkualifikasi Internasional Bukan Harus Asing

Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Yanuar Nugroho menjelaskan, wacana pemerintah tersebut sebenarnya berkaitan dengan kualifikasinya berskala internasional, bukan soal kewarganegaraannya.

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Dewan Pers Ingatkan Media untuk Terus Kawal Janji Politik Yang Dilontarkan Pada Pemilu 2019

Menjelang Pemilu 2019 media sibuk membahas tentang persoalan pemilu, namun setelah pemilu media seakan-akan diam.

Nilai Tidak Etis Parpol Pengusung Prabowo Gabung Pemerintah, Begini Kata Pakar Hukum Tata Negara

Saat Pilpres 2019 saling rebut kekuasaan, lantas saat kalah bergabung ke yang menang. Tidak Etis. Kata pakar HKTN ini.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi