Bila Salah Kelola, PLN Bisa Jadi Perusahaan Lilin Negara

Oleh: Yusri Usman

SERUJI.CO.ID – Surat Menteri Keuangan (Menkeu) tanggal 19 September 2017 yang ditujukan kepada Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkesan sebagai “akal bulus” PLN meminjam tangan Menkeu untuk menekan Menteri ESDM.

Tujuannya mudah dibaca agar Menteri ESDM segera mengatur harga energi primer (Batu Bara) untuk pembangkit listrik. Karena sebelumnya Menteri ESDM tidak mau begitu saja mengabulkan usulan PLN untuk menetapkan harga baru Batu Bara. Menteri ESDM malah meminta PLN lebih dulu melakukan efisiensi sebelum membahas harga baru Batu Bara.

Menteri ESDM, Ignasius Jonan mensyaratkan kepada PLN agar terlebih dahulu melakukan efisiensi meliputi menekan biaya perawatan pembangkit dan jaringan, menekan overhead yang tidak perlu, dan menekan harga beli energi primer seperti harga Batu Bara, Gas dan Diesel .

Anehnya lagi PLN lebih memilih melakukan transaksi dengan trader dibanding dengan BUMN yang bisa menyuplai kebutuhan PLN.

Dalam memenuhi kebutuhan minyak Diesel, seharusnya PLN bisa bersinergi dengan Pertamina untuk mendapatkan suplai yang mereka butuhkan ketimbang beli dari trader. Begitu juga dengan pembelian gas kebutuhan PLTGU bisa besinergi dengan PGN dan Pertagas. Kalaupun harganya masih belum efisien, seharusnya dicarikan solusinya agar bisa efisien, bahkan bila perlu dengan menghilangkan fungsi midstream, seperti PLTU dimulut tambang dan PLTP dilapangan geotermal. Atau, mengapa tidak juga dibagun PLTG yang dekat lapangan gas.

Tentu saja akibat sikap tegas dan kebijakan Jonan tersebut telah membuat Wan Abud kelabakan, lalu melambung ke Menkeu dengan menjual isu “proyek 35 GWatt terancam”.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Lompatan Kinerja Helmy Yahya

Yang harus dikelola Helmy bukan hanya peralatan yang jadul, namun juga anggaran yang sangat minim. Dengan jumlah karyawan terbatas, TVRI masih harus mengelola pemancar yang berlokasi di seluruh Nusantara, bahkan di pelosok negeri yang tidak marketable seperti di Pulau Miangas atau Rote.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Dokter Bedah Yang Ditahan Kejari Pekanbaru Ini, Gemar Ongkosi Pasien Kurang Mampu

Tak hanya memberi pengobatan gratis, ternyata selama ini drg Masrial juga banyak membantu pasien kurang mampu. Apa saja bentuk bantuan itu?

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi