JENEWA, SERUJI.CO.ID – Amerika Serikat siap melakukan pembicaraan perdamaian Timur Tengah dengan Palestina, kata duta besar AS untuk PBB Nikki Haley, Selasa (20/2).
Pernyataannya itu ia tujukan kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa.
Menantu merangkap penasihat senior Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, serta utusan AS untuk Timur Tengah Jason Greenblatt, yang menyiapkan rencana baru perdamaian, duduk di belakang Haley.
Haley berbicara setelah Abbas menyampaikan pidato langka di depan ke-15 anggota Dewan. Haley tidak memberikan rincian mengenai rencana AS tersebut.
“Perunding kami duduk di belakang saya, siap melakukan pembicaraan. Tapi, kami tidak akan mengejar Anda. Pilihan berada di tangan Anda, Bapak Presiden,” kata Haley merujuk pada Mahmoud Abbas.
Presiden Abbas sendiri tidak tinggal di ruang sidang untuk mendengarkan Haley berbicara.
Juru bicara Gedung Putih Josh Raffel mengatakan Washington akan menyampaikan suatu rencana perdamaian “kalau sudah selesai dan saatnya tepat”.
Palestina sudah tidak menganggap Amerika Serikat sebagai perunding netral dan Abbas pada Selasa meminta agar sebuah konferensi internasional soal perdamaian Timur Tengah digelar tahun ini.
Palestina menujukkan kemarahan terhadap pengakuan yang diberikan pemerintahan Trump pada Desember tahun lalu atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Palestina juga marah atas langkah AS memangkas pendanaan bagi badan PBB yang menbantu para pengungsi Palestina (UNRWA).
“Sekarang tidak mungkin lagi bagi satu negara untuk menyelesaikan konflik kawasan atau internasional,” kata Abbas.
