Taliban Janjikan Ini untuk Penjajah Amerika

0
22

KABUL, SERUJI.CO.ID – Taliban, dalam pernyataan menjelang akhir Ramadan, mengatakan kepada Amerika Serikat penjajah untuk meninggalkan Afghanistan dan menjanjikan masa depan cerah jika mereka berkuasa.

Selain itu, Taliban menyatakan berhasil membebaskan sebagian besar wilayah di Afghanistan.

Taliban, yang secara mengejutkan mengumumkan gencatan senjata tiga hari semasa Idul Fitri, kecuali bagi tentara asing, juga mengecam pemindahan kantor kedutaan Amerika Serikat untuk Israel di Yerusalem.

Pemindahan tersebut menunjukkan sekali lagi kebencian mutlak Amerika Serikat terhadap Islam.

Pemimpin Taliban Sheikh Haibatullah Akhunzada mengatakan bahwa keselamatan warga Afghanistan bergantung pada kepergian pasukan Amerika Serikat dan penjajah lain dan kembali menyerukan perundingan dengan Amerika Serikat.

“Jika Amerika Serikat memang menginginkan perdamaian di Afghanistan, maka mereka harus secara langsung maju ke meja perundingan,” kata Akhunzada.

“Kami juga memastikan masa depan cerah negara ini, dengan perdamaian dan kesejahteraan,” kata dia.

Taliban selama ini berperang melawan pasukan Amerika Serikat dan NATO, yang bergabung dalam misi Resolute Support. Mereka juga mengangkat senjata untuk menggulingkan pemerintah sekarang dan kembali berkuasa, setelah dulu sempat digulingkan NATO pada 2001.

“Penjajah Amerika tidak pernah menahan diri dari melakukan tindakan keji hanya untuk menguasai negara kami. Mereka mengebom desa, kota, masjid, madrasah, membunuh warga tidak berdosa, dan menyiksa ribuan orang dalam penjara,” kata Akhunzada.

Pasukan gabungan tidak membalas permintaan jawaban terhadap pernyataan Taliban ini.

Selama berkuasa lima tahun di Afghanistan, Taliban melarang bioskop, televisi, dan musik karena menganggap hiburan tersebut tidak sesuai dengan aturan agama. Mereka juga mewajibkan semua perempuan mengenakan penutup kepala.

Semua orang yang tidak mematuhi peraturan itu akan mendapatkan hukuman yang keras.

Namun, sejumlah pengamat mengatakan bahwa Taliban banyak melonggarkan aturan di wilayah kekuasaan mereka saat ini. Mereka membolehkan musik dan televisi, serta membiarkan siswi perempuan bersekolah sampai usia 11. Perempuan juga diizinkan memakai pakaian lebih bebas.

Akhunzada mengatakan bahwa Taliban telah memberi contoh perdamaian di wilayah kekuasaan mereka. (Ant/SU02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Bek Brazil Dipastikan Absen Melawan Kosta Rika

SOCHI, SERUJI.CO.ID -  Bek Brazil Danilo dipastikan absen untuk pertandingan Grup E melawan Kosta Rika pada Jumat (22/6) karena ia mengalami masalah pada pahanya dan...
tenggelam

Ratusan Orang Tewas Tenggelam di Pantai Libya

JENEWA, SERUJI.CO.ID -  Komisariat Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR) pada Kamis (21/6) mengatakan sebanyak 220 orang tewas-tenggelam di lepas pantai Libya dalam beberapa hari belakangan...

Bolos Hari Pertama Kerja, Ini Ultimatum Gubernur untuk ASN

PALU, SERUJI.CO.ID - Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola melalui Asisten Administrasi Umum dan Organisasi Mulyono mengultimatum dan melakukan pemotongan tunjangan kinerja (tukin) bagi Aparatur Sipil...

Puluhan Orang Tewas Akibat Kolera di Nigeria

ABUJA, SERUJI.CO.ID - Sedikitnya 25 orang telah meninggal akibat kolera sejak wabah penyakit yang menular melalui air tersebut muncul pada Mei di Negara Bagian Adamawa,...

Polisi Selidiki Tenggelamnya KM Sinar Bangun

SIMALUNGUN, SERUJI.CO.ID - Pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan untuk menentukan kemungkinan adanya unsur pidana dalam peristiwa tenggelam KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba yang...