Save The Children mengatakan bahwa semakin memburuknya situasi bagi anak di zona konflik disebabkan oleh meningkatnya pertempuran di kota-kota. Para petempur kini juga sering menggunakan bom di area padat penduduk.
Anak-anak menjadi sasaran taktik brutal. Mereka dipaksa menjadi pelaku bom bunuh diri, kata Save The Children.
Timur Tengah menjadi kawasan terburuk bagi anak-anak dengan angka dua per lima yang tinggal di kawasan konflik, diikuti oleh Afrika (tempat 20 persen anak-anak tumbuh di daerah perang).
“Anak-anak di kawasan perang di seluruh dunia menjadi sasaran serangan dengan tingkat mengerikan. Pelaku perang dengan sengaja tidak mengindahkan hukum internasional,” kata Manuel Fontaine, kepala divisi penanganan keadaan darurat badan anak-anak PBB, UNICEF. (Ant/SU03)
