TOKYO – Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dalam pembicaraan telepon, Senin (4/9), sama-sama menegaskan bahwa tekanan lebih besar dibutuhkan untuk Korea Utara, termasuk resolusi lebih kuat dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Abe dan Moon berbicara setelah Korea Utara melakukan uji nuklir keenamnya pada Ahad (3/9), demikian Jiji Press mengabarkan.
Sementara itu, Korea Selatan pada kesempatan yang sama menyatakan merencanakan pelatihan militer tambahan bersama Amerika Serikat sebagai tanggapan atas uji terbesar nuklir Korea Utara sehari sebelumnya.
Di saat bersamaan, Dewan Keamanan PBB dijadwalkan menggelar sidang untuk membahas sanksi baru bagi Pyongyang.
Angkatan udara dan darat Korea Selatan menggelar pelatihan melibatkan penembakan peluru kendali pada Senin. Pelatihan tambahan tengah disiapkan bersama pasukan Amerika Serikat, kata kantor kepala staf gabungan dalam pernyataan tertulis.
Di sisi lain pada hari sama, kementerian lingkungan hidup Korea Selatan dikabarkan akan mengeluarkan izin layak lingkungan bagi penempatan pertahanan peluru kendali Amerika Serikat (THAAD), yang memicu persoalan.
Korea Utara mengaku menguji bom nuklir, yang bisa menjadi hulu ledak rudal antar-benua. Amerika Serikat langsung merespon dengan mengancam akan melakukan balasan militer besar-besaran jika merasa terancam.
Trump sendiri sebelumnya sempat berjanji akan menghentikan pengembangan persenjataan nuklir dari Korea Utara. Dia mengancam akan menyerang negara itu jika wilayah Amerika Serikat terancam.
Sedangkan tanggapan masyarakat internasional diperkirakan akan fokus soal sanksi ekonomi yang lebih besar bagi Pyongyang.
