Diplomat mengatakan bahwa Dewan Keamanan tengah mempertimbangkan larangan ekspor bagi produk tekstil Korea Utara dan juga maskapai dari negara tersebut. Selain itu juga memberlakukan embargo minyak, melarang warga Korea Utara bekerja di luar negeri, dan membekukan aset sejumlah pejabat.
Korea Utara, yang masih menggelar pengembangan persenjataan nuklir dan rudal meski jelas melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB, mengatakan bahwa uji coba bom hidrogen pada Ahad telah berjalan dengan “sukses sempurna.” Percobaan itu kemudian menimbulkan gempa yang 10 kali lebih kuat dibanding uji coba yang sama dari Korea Utara satu tahun lalu.
China, yang selama ini merupakan sekutu terbesar Pyongyang, mengecam keras uji coba nuklir itu dan mendesak Korea Utara untuk menghentikan semua tindakan keliru mereka.
Pada Juli, Pyongyang menguji peluru kendali berdaya jangkau antarbenua, yang bisa terbang sejauh 10.000 km, sehingga diperkirakan bisa menyasar banyak daratan Amerika Serikat.
Uji nuklir terbaru Korea Utara itu memperbesar tekanan terhadap China untuk bersikap lebih tegas terhadap tetangganya itu, namun Beijing mengatakan bahwa penyelesaian kemelut Pyongyang bukan sepenuhnya tanggung jawabnya.
China berulangkali mengecam negara Barat dan sekutunya karena selalu mendengungkan “teori tanggung jawab China” untuk gejolak Semenanjung Korea. Beijing juga marah terhadap tindakan Seoul dan Washington, yang dinilai memperparah keadaan dengan menggelar pelatihan militer bersama. (Ant/SU02)
