Bom Bunuh Diri Guncang Afghanistan, Tewaskan 3 Orang

HERAT, SERUJI.CO.ID – Satu warga sipil Afghanistan dan dua penyerang tewas sementara tujuh orang lagi cedera, setelah ledakan mengguncang satu tempat ibadah di Provinsi Herat, Afghanistan Barat, pada Ahad (25/3), kata juru bicara polisi provinsi.

Ledakan itu terjadi pada tengah hari, setelah dua pembom bunuh diri memasuki Masjid Nabi-e-Akram di Permukiman Chahr Su, kata Perwira Polisi Wilayah 7 di kota tersebut, Abdul Hai Walizada.

“Seorang penyerang meledakkan jaket peledaknya di dekat pintu masuk bangunan tersebut, setelah seorang penjaga mengenali dan mencegat para penyerang,” kata juru bicara itu.

“Penyerang kedua ditembak hingga tewas oleh penjaga keamanan,” tambahnya.

Sejumlah orang sedang beribadah saat serangan terjadi.

“Polisi dan tim pertolongan sampai di lokasi setelah serangan tersebut dan semua korban cedera segera dibawa ke Rumah Sakit Regional Herat untuk diobati,” kata perwira polisi itu.

Pasukan keamanan menutup daerah tersebut sebagai langkah pencegahan.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung-jawab atas serangan itu, tapi kelompok fanatik IS menyerang beberapa tempat ibadah di Herat selama beberapa tahun belakangan.

Warga sipil Afghanistan terus terpukul akibat dampak konflik bersenjata, sementara lebih dari 3.40 warga sipil tewas dan lebih dari 7.000 orang lagi cedera pada 2017 dalam peristiwa yang berkaitan dengan konflik, demikian data yang disiarkan oleh misi PBB di negeri tersebut. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bisa Terima Capres Yang “Ikut” Perayaan Natal, Kenapa Keberatan Jika Hadiah Lomba dari Denny JA?

Karena sifat lomba ini yang sedemikian terbuka, tentu pihak-pihak yang mendukung wacana "NKRI Bersyariah" ini dapat juga menulis pemikirannya dan ikut serta dalam lomba ini. Apalagi jelas-jelas topik yang dilombakan ini adalah MENGUPAS esai yang ditulis Denny JA. Apakah mengupas dalam koteks setuju dengan tesis Denny JA, maupun tidak bersepakat dengannya.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER