Intelijen Amerika Menduga Korut Masih Buat Bahan Bakar Nuklir

AMERIKA, SERUJI.CO.ID –  Sejumlah badan intelijen Amerika Serikat menduga Korea Utara meningkatkan pembuatan bahan bakar untuk senjata nuklir dalam beberapa bulan belakangan dan berupaya menyembunyikan kegiatan tersebut saat menggelar perundingan dengan Amerika Serikat, kata NBC News pada Jumat (29/6).

Penilaian terbaru dari badan intelijen itu nampak bertentangan dengan kesimpulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang setelah bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyatakan bahwa tidak ada lagi ancaman nuklir dari Korea Utara.

NBC mengutip lima pejabat Amerika Serikat, yang mengatakan bahwa dalam beberapa bulan belakangan, Korea Utara meningkatkan pengayaan uranium untuk senjata nuklir, bersamaan dengan perundingan dengan Amerika Serikat.

Korea Utara mempunyai lebih satu sarana nuklir rahasia, ditambah satu yang sudah diketahui umum di Yongbyon.

“Ada bukti tidak terbantahkan bahwa mereka berusaha menipu Amerika Serikat,” kata sumber NBC.

CIA membantah berkomentar mengenai laporan NBC. Sementara itu Departemen Luar Negeri mengaku tidak bisa memastikan kebenarannya dan tidak berkomentar mengenai persoalan intelijen. Gedung Putih juga diam.

Laporan dari NBC semakin memperbesar kecurigaan banyak kalangan mengenai kesiapan Korea Utara untuk menghentikan program persenjataan yang sudah bisa mengancam Amerika Serikat.

Sumber NBC mengatakan bahwa keputusan Korea Utara untuk menghentikan program nuklir dan rudal menjelang pertemuan dengan Trump adalah tindakan yang tidak terduga.

Tetapi dia menambahkan, “Korea Utara masih terus berupaya menipu kami dalam hal jumlah fasilitas, jumlah persenjataan, dan jumlah rudal. Kami memantau hal ini dengan seksama.” Sementara itu, Jeffrey Lewis, direktur East Asia Nonproliferation Program, mengatakan ada dua hal yang sangat mengejutkan dari laporan NBC.

Sudah banyak orang yang tahu bahwa Korea Utara mempunyai satu fasilitas nuklir rahasia selain Yongbyon, kata dia.

“Penilaian dari intelijen Amerika Serikat menunjukkan ada lebih dari satu fasilitas. Ini artinya sedikitnya ada tiga, atau lebih,” kata Lewis.

Dalam laporan ini Korea Utara juga nampak berniat untuk tetap merahasiakan sejumlah fasilitas pengayaan nuklir mereka.

“Dua hal ini menunjukkan bahwa Korea Utara berniat untuk mengungkap sejumlah fasilitas sebagai bagian dari proses denuklirisasi, namun merahasian yang lain,” kata dia.

Dalam pertemuan dengan Trump, Kim sepakat “mengupayakan pelucutan nuklir di Semenanjung Korea”. Namun, pernyataan bersama, yang ditandatangani keduanya, tidak menjelaskan bagaimana atau kapan Pyongyang menyerahkan senjata nuklir mereka. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER