Polisi Bogor Bongkar Makam Pelajar Korban Duel Gladiator

0
99
Garis polisi
Garis polisi (ilustrasi)

BOGOR – Polresta Bogor Kota, Polda Jawa Barat melakukan pembongkaran makam Hilarius Christian Event Raharja, siswa SMA Budi Mulya yang tewas karena kasus “gladiator”, Selasa (19/9).

Pembongkaran melibatkan tim Dokter Polisi dari Polda Jawa Barat dipimpin langsung oleh Dokter Forensik Kompol Ihsan, dibantu tiga staf dan Rumah Sakit Polres Bogor Kota.

Makam Hilarius terletak di Pemakaman Umum Cipaku, Kota Bogor. Sebelum pembongkaran petugas menunggu kedatangan Pastur untuk prosesi keagamaan.

“Pembongkaran makam bagian dari penyelidikan untuk keperluan otopsi,” kata Kasubag Humas Polresta Bogor Kota AKP Syarif Hidayat.

Syarif menjelaskan kasus Hilarius mencuat setelah postingan curhatan ibu korban Maria Agnes yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo melalui media sosial.

Dalam curhatan ibunya menceritakan ada aksi tawuran pelajar ala “gladiator” antara sekolah SMA Budi Mulya dengan SMA Mardi Yuana yang terjadi 29 Januari 2016 lalu tepatnya pukul 15.00 sampai 17.00 WIB.

Lokasi tawuran tersebut terjadi di Taman Palupuh, Kelurahan Tegal Gundi, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Peristiwa tersebut menyebakan kematian anaknya Hilarius.

Peristiwa tersebut direncakan oleh kedua belah pihak masing-masing lima siswa SMA Mardi Yuana, dan tiga siswa SMA Budi Mulya untuk melakukan kegiatan “Bomboman” yaitu perkelahian ala “gladiator” dimana masing-masing pihak untuk bertanding dan berkelahi hingga salah satu di antaranya minimal tiga orang menyerah.

“Kegiatan tersebut disinyalir sudah berjalan setiap tahun terutama dalam menghadapi event besar seperti pertandingan basket antarsekolah DBL,” katanya.

Ia mengatakan meski korban sudah menyerah atau sudah tidak berdaya namun korban terus dipukuli hingga terkapar dan tewas di lokasi.

Kejadian tersebut diprovokasi oleh alumni SMA Budi Mulya atas nama TB dan alumni SMA Mardi Yuana atas nama HZK. Keduanya telah dikeluarkan oleh sekolah karena dua tahun tidak naik kelas. Kegiatan tersebut sudah direncanakan atau sudah diatur untuk melakukan “bomboman”.

Namun menurut pengakuan ibu korban, anaknya dipaksa menjadi “gladiator”, karena jika tidak mau akan dipukuli oleh kakak kelasnya.

1
2
BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Danau Lawutung

Eksotis, Danau Lawutung Masih Menyimpan Mistis

SUMBA, SERUJI.CO.ID - Danau Lawutung yang terletak di desa Kadahang kecamatan Hahar, kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) salah satu danau yang berada...

KNPI NTT Minta Novanto Kooperatif Hadapai Proses Hukum

KUPANG, SERUJI.CO.ID - Kasus Korupsi KTP-el yang menimpa Ketua DPR RI yang juga Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto, jadi perhatian Dewan Pimpinan Daerah (DPD)...
Pembagian kartu e-tol

Dibuka Awal 2018, Tol Soker Hanya Layani Transaksi Non Tunai

SOLO, SERUJI.CO.ID - Tol Solo-Kertosono (Soker) mulai dioperasikan pada Januari 2018. Sistem pembayaran tol sepenuhnya akan dilakukan secara nontunai atau menggunakan kartu e-toll. Pembayaran dengan...

KANAL WARGA TERBARU

1

Suami yang Bertanggungjawab

Suami yang Bertanggungjawab Sore itu, saya sedang nemeni anak bermain sambil baca-baca SERUJI . Terdengar suara motor memasuki halaman rumah, sesaat kemudian  seorang bapak-bapak  bicara...
20171119_103818

Empat Cara Mengenali Seseorang dari Akun Sosial Media Miliknya

1. Cara penulisan kata2 2. Cara berkomunikasi dengan orang lain (bahasa) 3. Perilaku bersosmed. Apa aja yg diupload. Membaca eksistensi dan pengakuan yg diharapkan dan diperoleh. 4....
Posyandu

Masuk 10 Besar Kabupaten, Posyandu Dewi Asih Jalani Penilaian Lomba

KLATEN, SERUJI.CO.ID - Posyandu Dewi Asih, Desa Dukuh, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, pada Rabu (25/10), menjalani penilaian lomba Posyandu tingkat Kabupaten. Tim penilai bukan hanya...