Penyebar Video Hoaks KPU Curang Ditangkap di Rumah Mertua, Begini Penjelasan Polisi

JOMBANG, SERUJI.CO.ID – Aparat Kepolisian Resor Jombang, Jawa Timur, menahan seorang laki-laki yang diduga menyebarkan berita hoaks emak-emak menggerebek kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jombang di jejaring sosial “Youtube” yang dikelolanya.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jombang, AKP Azi Pratas Guspitu mengatakan penangkapan pelaku dilakukan setelah polisi mempunyai bukti kuat keterlibatannya dalam penyebaran video tersebut.

“Diamankan kemarin siang di rumah mertuanya. Pelaku ditangkap di Kabupaten Garut, Jawa Barat,” kata Azi di Jombang, sebagaimana dilansir Antara, Ahad (28/4).

Azi mengungkapkan, pelaku penyebaran video hoaks itu adalah Rukman (30), warga kampung Gandayayi, Curah Rejo, Desa Cibiuk Kaler, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Rukman merupakan pemilik dari akun TV Explore pada platform media sosial ‘YouTube’.

Dalam video yang ia sebarkan tersebut, Rukman membuat seakan-akan terjadi penggerebekan dan protes sejumlah orang atas pemindahan surat suara yang mencatut nama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jombang.

Video hoaks tersebut diberi judul “1NDIK4SI CUR4NG!!3MAK 3MAK L4BRAK GUD4NG KPU JOMBANG J4TIM!! (DIDUGA CURANG EMAK EMAK LABRAK KPU JOMBANG JATIM)”yang diunggah dengan dengan durasi 2,59 menit yang diunggah pada 19 April 2019.

Azi mengungkapkapkan peristiwa sebagaimana terekam dalam video tersebut bukan terjadi di Jombang. Namun oleh pelaku, video tersebut diberi narasi seolah-olah terjadi di KPU Jombang.

“Video diberi narasi diduga ada kecurangan di KPU Jombang. Padahal itu bukan peristiwa di Jombang. Kami sebelumnya juga sudah konfirmasi ke Ketua KPU Jombang dan dikatakan itu hoaks, sebab surat suara saat itu juga belum masuk ke KPU,” jelasnya.

Selain menahan yang bersangkutan, polisi juga menyita sejumlah barang bukti di antaranya satu unit kardus telepon seluler serta satu unit telepon seluler yang di dalamnya ada akun milik pelaku.

Terkait dengan modus, Azi mengatakan pelaku sengaja memanfaatkan situasi politik saat ini. Pelaku mengambil video di salah satu media sosial kemudian mengedit dan menambahkan tulisan “DIDUGA CURANG EMAK EMAK LABRAK KPU JOMBANG JATIM”. Kemudian oleh pelaku diunggah dengan tujuan untuk menambah panas situasi politik yang sedang ramai dan panas saat ini.

Pelaku, imbuh Azi, juga mengaku tidak ada orang yang menyuruh maupun mengendalikan. Pelaku juga mengaku hanya melakukannya sendiri.

Saat hendak penangkapan, polisi juga menggandeng Polres Garut dan yang bersangkutan ditangkap di rumah mertuanya di Neglasari, Kelurahan Cibiuk kaler, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat.

Polisi menjeratnya dengan Pasal 40 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jombang Muhaimin Sofi mengatakan video itu tidak benar terjadi di KPU Kabupaten Jombang. Dirinya juga menegaskan berita itu hoaks.

“Itu bukan di sini, tidak terjadi di Kabupaten Jombang dan kami pastikan itu hoaks,” ucap Muhaimin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER