BNN Samarinda Gagalkan Peredaran Narkoba Dalam Kotak Susu

SAMARINDA, SERUJI.CO.ID – Jajaran Badan Narkotika Nasional Kota Samarinda, Kalimantan Timur, menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu-sabu dengan modus mengemas barang terlarang tersebut dalam kotak susu untuk anak-anak untuk mengelabuhi petugas.

Kepala BNNK Samarinda AKBP Siti Zaekhomsyah kepada wartawan di Samarinda, Selasa (17/4), mengatakan, kasus peredaran sabu-sabu itu berhasil diungkap berkat kejelian petugas Seksi Pemberantasan BNNK yang sejak lama mengamati gerak-gerik pelaku.

Kotak susu berisi paket sabu-sabu seberat 30 gram itu diamankan BNNK Samarinda di sekitar wilayah Perumahan Bukit Alaya pada Jumat (13/4) dan pelaku bernama Rudi Usman (37), warga Samarinda Seberang, ikut ditangkap.

Dalam pemeriksaan, RU mengaku dihubungi seseorang untuk mengambil sebuah paket narkoba dalam kemasan kotak susu di sebuah tempat yang telah ditentukan.

“Modus sindikat narkoba semakin kreatif dalam mengelabuhi petugas. Selain dengan dibungkus kemasan kotak susu anak-anak, metode pengirimannya menggunakan sistem ranjau. Jadi, paket di taruh di sebuah tempat, kemudian ada yang mengambil sehingga antara penerima dan pengantar tidak saling bertemu,” jelas Siti, didampingi Humas BNNK Samarinda Ahmad Fadholi.

Beberapa waktu sebelumnya, modus peredaran narkoba dengan cara memasukkan paket sabu-sabu dalam buah durian juga berhasil diungkap di wilayah Kutai Kartanegara.

Menurut Siti, BNNK Samarinda masih terus mengembangkan kasus narkoba dalam kotak susu tersebut untuk mengungkap siapa bandar besarnya.

Selain mengungkap kasus tersebut, jajaran BNNK Samarinda pada hari yang sama juga mengamankan tujuh pemuda yang sedang berpesta narkoba di salah satu rumah di Jalan AM Sangaji Samarinda.

Dari ketujuh pemuda tersebut, sebanyak lima orang dinyatakan positif memakai sabu-sabu setelah dilakukan tes urine.

“Untuk kelima pemuda yang positif narkoba selanjutnya kita perintahkan mengikuti program rehabilitasi sesuai dengan tingkat keparahan pemakaiannya,” tambah AKBP Siti. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengenal Lebih Dekat Komisi Anti Korupsi Hongkong

Hubungan persahabatan antara KPK dan ICAC telah terjalin dengan baik selama dua tahun terakhir. Kerjasama kedua lembaga anti rasuah tersebut sebagian besar menyangkut peningkatan kapasitas KPK, terutama dibidang akuntansi forensik, pemulihan aset, dan tehnik investigasi.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER