Sejawatnya Ditahan Kejaksaan, Mulai Hari Ini Dokter Bedah se Riau Mogok Operasi

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – Para dokter spesialis bedah yang tergabung dalam Ikatan Ahli Bedah Indonesia (IKABI) Koordinator Wilayah (Korwil) Riau, akan melakukan aksi mogok kerja mulai hari ini, Senin (26/11) pukul 15.30 WIB.

Himbauan aksi mogok yang berupa penghentian kegiatan pelayanan operasi efektif dan poliklinik ini tertuang dalam surat himbauan yang ditandatangani Ketua IKABI Korwil Riau, dr Tondi Maspian Tjili, SpBS, tertanggal Senin, 26 Novemr 2018.

Dalam surat tersebut, Maspian menyebut alasan mogok tersebut dilakukan karena ditahannya dua orang dokter spesialis bedah anggota IKABI oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru hari ini.

Kedua dokter spesialis bedah tersebut adalah dr Welly Zulfikar SpB(K)KL, dan dr Kuswan Ambar Pamungkas, SpBP-RE.

“Saya menghimbau kepada seluruh anggota IKABI Korwil Riau untuk menghentikan pelayanan operasi elektif dan Poliklinik mulai dari hari Senin 26 November 2018 pukul 15.30 WIB hingga waktu yang tidak ditentukan,” kata Maspian.

Disampaikan juga bahwa operasi yang sifatnya darurat tetap akan dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab oleh para dokter bedah demi pasien. Hanya layanan operasi elektif yang dihentikan sebagai bentuk solidaritas atas ditahannya sejawat mereka.

Dari informasi yang dihimpun SERUJI, aksi mogok ini dipicu oleh penahanan 5 orang tersangka kasus dugaan korupsi pembelian alat kesehatan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, oleh Kejari Pekanbaru hari ini, Senin (26/11).

Penahanan dilakukan Kejari setelah menerima limpahan berkas perkara dari penyidik Polresta Pekanbaru, yang terdiri dari 3 orang yang berprofesi sebagai dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru, dan 2 orang pengusaha.

Selain dua orang dokter spesialis bedah, satu orang lagi adalah dokter gigi, yakni drg Masrial.

Surat himbauan IKABI Korwil Riau untuk lakukan aksi mogok.

(ARIf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

GOLPUT: Halal Versus Haram, dan Gerakan Ayo Memilih

Di tahun 2019, kita mencatat ikhtiar gerakan anti Golput yang unik di Indonesia. Promotornya Jeune and Raccord Communication. Tiga anak muda memulai gerakan ini: Monica JR, Riries Puri, Arie Prijono.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER