Arie Sebut Aksi 812 “The Power of Ukhuwah”, Ernest: Lo Lebih Pro Diskriminasi Etnis?

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Gerakan 812 yang terjadi di Malaysia pada Sabtu (8/12) lalu, dengan melibatkan puluhan ribu orang dalam aksi yang berlangsung damai di Daratan Merdeka Malaysia, rupanya membawa pro-kontra juga ke Indonesia.

Adalah selebritis ternama tanah air, Arie Untung dan komedian yang juga aktor Ernest Prakasa terlibat “perang” statamen di media sosial terkait aksi 812 yang merupakan penolakan terhadap ratifikasi ICERD (International Convention on The Elimination of Racial Discrimination, Konvensi Internasional tentang penghapusan diskriminasi Ras).

Bermula dari twit Arie Untung di akun twitternya yang mengapresiasi aksi 812 Malaysia tersebut.

“The power of ukhuwah Malaysia 812 ,” tulis Arie dengan menyertakan foto peserta aksi 812 yang berjumlah puluhan ribu, Sabtu (9/12).

Twit Arie tersebut ‘disambar’ oleh Ernest Prakasa dengan menyebut Arie sebagai pendukung aksi 812, yang ia nilai Arie lebih mendukung diskriminasi Etnis/Ras.

“812 itu demo menentang ICERD (International Convention on The Elimination of Racial Discrimination). Pemerintah Malaysia mau menghapus diskriminasi, tapi dilawan oleh orang-orang ini. Jadi elo pribadi lebih pro pada diskriminasi etnis?” tulis Ernest di akun twitternya @ernestprakasa sambil mengutip twit Arie Untung, Sabtu (9/12).

Twit Ernest tersebut, berdasarkan pantauan SERUJI pada Selasa (11/12) telah dihapus, namun sempat dicapture oleh Arie Untung dan digunakan sebagai foto yang diunggah di akun instagram Arie Untung untuk menjawab tudingan Ernest, yang dinilai Arie tak beralasan.

Berikut tulisan Arie Untung diinstagramnya;

https://www.instagram.com/p/BrOR-yvHmWq/

(ARif R)

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Penggratisan Suramadu: Memperdalam Kekeliruan Kebijakan Pemerintah

"Kebijakan ini dibangun di atas paradigma benua, bertentangan dengan paradigma kepulauan. Dalam paradigma benua, kapal bukan infrastruktur, tapi jalan dan jembatan. Kapal disamakan dengan truk dan bis," Prof Danie Rosyid.

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

TERPOPULER