Jangan Keliru, KK Beda dengan PSC dan Kenapa Lebih Baik Beli Freeport Saat KK Berakhir

Oleh: Ferry Koto

Tulisan ini saya buat di blog, guna memenuhi permintaan beberapa sahabat yang membaca tulisan saya di Facebook maupun Twitter terkait perbedaan Kontrak Karya (KK) Freeport dan Production Sharing Contract (PSC) di industri migas. Alasan mereka, agar lebih mudah membacanya, juga agar ditulis dengan lebih lengkap.

Alasan utama saya menulis di akun media sosial (FB dan Twitter) adalah untuk mengkoreksi kekeliruan dari beberapa akun politisi dan pengamat, plus akun-akun selebtwit yang berkomentar terkait Head of Agreement (HoA) divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI) sebesar 51% ke PT Inalum.

Entah hanya sekedar ingin mengkritik pemerintah, mereka mengatakan pemerintah keliru jika membeli saham PTFI saat ini dengan nilai US$3,85 miliar. Padahal, kata mereka, jika KK PTFI tidak diperpanjang pada 2021, maka PTFI dan aset-asetnya jadi milik Indonesia tanpa perlu membeli.

Komentar yang keliru ini menyesatkan jika tidak dikoreksi, walau mungkin maksudnya baik.

Untuk itulah saya mencoba meluruskan dengan menulis di akun media sosial, dan saat ini viral dishare tidak hanya di media sosial juga di aplikasi kirim pesan.

Berikut penjelasan sederhana saya;

Kontrak Karya (KK) tidak sama dengan Production Sharing Contract (PSC) di industri Migas. Dimana bila KK habis kontraknya, tidak diperpanjang, tidak ada yang akan dikembalikan ke negara selain wilayah kerja pemegang KK, atau lokasi tambang. Dalam hal PTFI, jika KK pada 2021 tidak diperpanjang maka alat produksi dan seluruh aset milik PTFI tetap milik mereka sebagai pemegang KK.

Artinya lainnya, dalam kasus PTFI, jika kontraknya habis 2021 dan tidak diperpanjang KK-nya (merupakan KK ke 2), tidak berarti PTFI dengan segala aset dan alat produksinya jadi milik Indonesia.

Yang kembali ke Indonesia, jika KK PTFI habis atau tidak diperpanjang, hanya lokasi tambangnya, atau area tambang yang ada di KK, karena itulah saja yang jadi milik Indonesia dalam kerjasama berbentuk KK.

10 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER